Jurnalis Bisa Jadi Duta Perubahan Perilaku Masyarakat Hadapi Covid-19

Terkini.id, Kupang – Perubahan perilaku sangat penting untuk keselamatan diri pribadi, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi pandemi novel coronavirus disease 2019 guna memutuskan penyebaran di Tanah Air. Hal itu dapat dilakukan jurnalis dan wartawan sebagai corong dan garda depan dalam masyarakat.

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari dalam diskusi webinar yang diselenggarakan BBC Media Action dan Dewan Pers, Jumat 6 November 2020.

Atal berharap, para wartawan se-Indonesia dapat menjadi duta perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

 “Wartawan dapat menjadi duta perubahan perilaku. Sebut saja sebagai wakil negara untuk menyukseskan upaya memutus rantai Covid-19,” pesannya.

Menurutnya, wartawan bukan hanya dapat menulis tetapi juga harus bisa menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Yakinkan diri Anda masih didengar masyarakat, selamat mengemban tugas, tugas Anda ini berat tiga bulan ke depan. Kembangkan tulisan yang optimistis, jangan pesimis. Sampaikan terus menerus protokol kesehatan,” pesan Atal.

Ia juga mengingatkan wartawan dalam melaksanakan kegiatan peliputan untuk mengutamakan perlindungan dan keselamatan diri saat melaksakan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

“Persiapkan dulu keselamatan diri sendiri, sehat baru meliput. Jangan memaksakan diri meliput sementara belum terlindungi diri dari Covid-19,” imbuh Atal

Baca Juga: Kabar Baik, 26 Kelurahan di Kota Kupang Tak Ditemukan Kasus...

Ia berharap, perusahaan pers dapat memenuhi standardisasi perlindungan wartawan ketika ditugaskan meliput. Ia mengimbau, perusahaan pers saat menugaskan wartawannya harus membekali mereka dengan perlindungan diri dan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Di akhir diskusi, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo menyimpulkan, wartawan selaku agen perubahan perilaku bagi masyarkat juga tidak melepaskan kritikan-kritikan membangun kepada pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Tetap menjadi agen perubahan perilaku, tanamkan optimistis kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kritikan-kritikan kepada pemerintah. Semoga diskusi ini bermanfaat untuk kita semua,” kata Agus.

Webinar yang dilakukan di apliksi Zoom ini diikuti sekitar 200 jurnalis se-Indonesia tersebut mengambil tema “Mengarusutamakan Perubahan Perilaku untuk Menyelamatkan Masyarakat Dari Pandemi Covid-19”, dengan mengangkat tema penting: “Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19 Mengintai Berbagai Lapisan Masyarakat”.

Dalam diskusi yang dipandu Agus Sudibyo tersebut, dibahas masalah dan tantangan yang mengemuka dalam upaya pemerintah mendisiplinkan perilaku masyarakat. Hal itu sebagai upaya penanggulangan pandemi Covid-19, juga bagaimana semestinya peran media massa dan wartawan guna menyikapi perilaku masyarakat terhadap pandemi.

Selain Atal, turut menjadi narasumber Kasubdid Sosialisasi Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dwi Listyawardani, Dirprofnakes RSPAD Gatot Subroto dr Dewi Puspitorini, Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers Jamalul Insan, dan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Mohammad Bakir.

Bagikan