Kasus Konfirmasi Covid-19 Sumba Timur Masih Fluktuatif, Siswa Masih Belajar dari Rumah

Terkini.id, Kupang – Kasus konfirmasi atau positif novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang fluktuatif di Kabupaten Sumba Timur masih menjadi pengalang untuk diadakannya kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Seperti diketahui, kegiatan terkait pendidikan di Kabupaten Sumba Timur masih menggunakan sistem belajar dari rumah (BDR). Hal tersebut tidak lepas dari adanya kasus konfirmasi Covid-19. Sehingga, pemerintah setempat juga tetap mengikuti petunjuk pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Yunus Wulang menyampaikan hal tersebut kepada wartawan, Rabu, 4 November 2020.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

“Proses belajar mengajar di Sumba Timur sulit diprediksi lantaran kasus positif Covid-19, terkadang muncul. Selanjutnya, sembuh atau selalu ada perubahan zona dari merah ke hijau maupun sebaliknya,” imbuhnya.

Menurut Yunus, saat status daerahnya zona hijau dan pihaknya hendak menyiapkan agar KBM tatap muka dimulai, tiba-tiba muncul kasus konfirmasi Covid-19. Oleh karena itu, ia meminta agar siswa tetap belajar dari rumah.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Ketika kami mulai menyiapkan dan menyampaikan ke satuan pendidikan agar KBM tatap muka dimulai dengan sistem silang atau shift, namun kasus positif Covid-19 muncul lagi,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, pada Juli 2020 hingga Agustus 2020 daerahnya sempat menjadi zona hijau. Namun, pada 31 Agustus 2020 kembali muncul kasus konfirmasi Covid-19.

“Begitu juga baru-baru ini, kami juga sudah menyiapkan agar satuan pendidikan bisa dilakukan tatap muka, ternyata pada 26 Oktober 2020, kembali muncul enam kasus konfirmasi Covid-19. Kondisi ini sulit bagi kami untuk menerapkan KBM tatap muka langsung di sekolah,” beber Yunus.

Baca Juga: Kabar Baik, 26 Kelurahan di Kota Kupang Tak Ditemukan Kasus...

Ia menambahkan, memang ada petunjuk pelaksanaan pendidikan baik di zona merah maupun zona hijau, namun untuk penerapannya harus meminta persetujuan orang tua siswa, juga dari kepala daerah dan Gugus Tugas Covid-19.

Menurut Yunus, memang ada keluhan dari sebagian warga, kasus Covid-19 ini dominan hanya ada di kota dan sekitarnya, sementara di kecamatan yang jauh tidak ada.

“Tetapi, saya jelaskan, walaupun satu daerah atau kecamatan di ujung kabupaten ini zona merah atau ada kasus terpapar Covid-19, maka secara umum satu kabupaten itu zona merah. Sehingga, KBM harus mengikuti petunjuk pemerintah pusat,” tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat sendiri telah mengeluarkan kebijakan KBM tatap muka di beberapa daerah dengan prosedur kesehatan (prokes) yang ketat, seperti implementasi 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak aman (physical distancing).

Bagikan