Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang: Ini Alasan Pentingnya Penerapan 3M

Terkini.id, Kupang – Penerapan 3M yang merupakan akronim dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak terus digaungkan pemangku kepentingan dalam jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Hal tersebut mengacu pada banyaknya jumlah penyintas novel coronavirus disease (Covid-19) di Tanah Flobamora, demikian sebutan untuk NTT.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji di Kupang, Minggu 1 November 2020 mengatakan, satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di Rumah Sakit Leona, Sabtu 31 Oktober 2020.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

“Pasien Covid-19 berusia 53 tahun asal Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM).

Pasien Covid-19 yang meninggal di Kota Kupang bertambah satu orang, sehingga jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar virus corona menjadi lima orang,” kata Ernest.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Menurutnya, korban sudah dimakamkan dengan standardisasi protokol kesehatan penanganan pasien Covid-19.

Ernest menambahkan, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang mencapai 154 orang dan yang tengah dalam perawatan medis sebanyak 44 orang. Sementara itu, kabar baiknya pasien yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 105 orang.

Ia menambahkan, jumlah pelaku perjalanan dari daerah terpapar Covid-19 yang datang ke Kota Kupang selama Oktober 2020 mencapai 6.426 orang.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Saya berharap masyarakat Kota Kupang tetap menerapkan pola 3M dalam beraktivitas. Ini demi mencegah penyebaran Covid-19,” pesan Ernest.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan NTT David Mandala mengemukakan, ada penambahan empat kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di NTT.

Ia menjelaskan, pada Minggu 1 November 2020, ada tambahan empat kasus baru Covid-19 di NTT yang berasal dari Kota Kupang dan Kabupaten Nagekeo.

“Empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut dari Kota Kupang, tiga orang masing-masing dua orang laki-laki berusia 35 tahun dan 65 tahun dan satu orang perempuan berusia 18 tahun. Ketiga pasien Covid-19 itu semuanya masuk dalam kluster transmisi lokal,” papar David.

Adapun satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, tambahnya, berasal dari Kabupaten Nagekeo, berusia 77 tahun, dan merupakan pelaku perjalanan dari Papua.

“Penambahan empat pasien terkonfirmasi Covid-19 itu menyebabkan total kasus positif Covid-19 di NTT sudah mencapai 694 orang. Sementara, pasien sembuh mencapai 502 orang dan yang tengah dalam perawatan medis dan karantina terdapat 184 orang. Yang meninggal dunia ada delapan orang,” ujar David.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang dan Puskesmas se-Kota Kupang saat ini juga masif melakukan sosialisasi 3M di masa pandemi virus corona guna memutus mata rantai penularan penyakit yang diklaim bermula dari Wuhan, Hubei, Tiongkok tersebut.

Selain penyampaian melalui berbagai media massa termasuk media sosial (medsos) dan media peraga seperti poster dan spanduk, pihak Dinkes juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT (Diskominfo) dan beberapa instansi terkait.

Bagikan