Flu Babi Jenis Baru G4 Muncul di Tiongkok, Diduga Bisa Jadi Pandemi

Terkini.id, Beijing – Kewaspadaan kembali menyeruak di antara kekhawatiran munculnya pandemi baru justru saat para pakar kesehatan dunia masih berperang melawan novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Pasalnya, para peneliti di Tiongkok menemukan flu babi jenis baru yang dapat meluas menjadi pandemik serupa Covid-19. Temuan itu diungkap sebuah komunal penelitian yang diterbitkan PNAS jurnal sains di Amerika Serikat (AS) pada Senin 29 Juni 2020.

Kantor berita AFP mewartakan, seperti dikutip dari Kompas, Selasa 30 Juni 2020, virus yang dilabeli G4 ini secara genetik adalah turunan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009. Hal itu dinyatakan “tidak berlebihan” karena virus ini memiliki semua syarat penting untuk bermutasi dan menginfeksi manusia.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Para penulis yang terdiri dari ilmuwan di sejumlah universitas Tiongkok serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, saat ini masih terus mewaspadai pergerakan virus yang sama akutnya dengan virus corona.

Dari 2011-2018, para peneliti dari China Agricultural University (CAU) mengambil 30 ribu tes swab hidung dari babi-babi di rumah jagal 10 provinsi Tiongkok, termasuk di rumah sakit hewan.

Baca Juga: Patuhi Protokol Kesehatan! Kemenkes Ungkap Omicron Telah Terdeteksi di 23...

Tes massal itu sendiri berhasil mengumpulkan 179 jenis flu babi. Mayoritas adalah jenis baru yang sudah dominan berinang pada babi-babi ternak sejak 2016.

Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk pada ferret, sejenis musang yang banyak digunakan dalam studi flu. Ferret dipakai lantaran memiliki gejala flu yang mirip manusia, seperti demam, batuk, dan bersin.

Seperti diwartakan AFP, virus G4 juga sangat menular, bereplikasi dalam sel manusia serta menyebabkan gejala yang lebih serius pada ferret ketimbang virus-virus lainnya.

Baca Juga: Dorong Percepatan Kekebalan Kelompok, TNI AL Lantamal VII Gencarkan Vaksinasi...

Hasil tes mengejutkan lantaran menunjukkan kekebalan yang diperoleh manusia dari paparan flu musiman, tidak berkontribusi atau memberikan kekebalan terhadap G4. Menurut hasil tes antibodi, sebanyak 10,4 persen pekerja di industri babi sudah terinfeksi.

Hasil tes pun menunjukkan 4,4 persen populasi umum tampaknya juga telah terpapar. Dengan demikian, virus telah berpindah dari hewan ke manusia namun belum ada bukti virus itu dapat menular antarmanusia.

“Ini kekhawatiran kami, infeksi virus G4 akan beradaptasi di manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia,” tulis para peneliti sebagaimana dikutip dari AFP.

Para penulis sontak menyerukan upaya-upaya urgensial dan mendesak untuk memantau orang-orang yang bekerja dan kontak dengan babi di peternakan.

“Ini pengingat yang baik, saat ini kita terus-terusan menghadapi risiko munculnya patogen zoonosis baru. Apalagi, hewan ternak yang berkontak memang lebih dekat dengan manusia ketimbang satwa liar. Ini juga dikhawatirkan bisa menjadi sumber virus pandemi,” beber Kepala Departemen Kedokteran Hewan di Universitas Cambridge James Wood seperti dikutip dari AFP.

Sekadar diketahui, sebut Wood, infeksi zoonosis disebabkan patogen yang melompat dari hewan kepada manusia.

Bagikan