Misteri di Lubang Hitam, Astronom Temukan Benda Usia 780 Juta Tahun Cahaya

Terkini.id, Kupang – Terkait angkasa raya, selain masih menyimpan misteri ketidaktahuan astronom juga selalu saja ada misteri-misteri baru yang terungkap. Seperti dilansir The New York Times, Kamis 25 Juni 2020, gabungan astronom mengumumkan keberhasilan mereka mengidentifikasi sebuah benda yang ada di lubang hitam atau black hole.

Benda ini diyakini sudah lama menghilang, berumur sekitar 780 juta tahun cahaya. Benda itu diyakini sebaai salah satu “makanan” lubang hitam dan memiliki massa yang lebih berat 2,6 lipat dari matahari. Oleh karena itu, para ahli astrofisika mengklaim benda tersebut sebagai “mass gap” atau celah massa.

Menurut penulis utama artikel ilmiah Astrophysical Journal Letters dari Universitas Northwestern, Vicky Kalogera, seperti dilansir The New York Times, hal itu telah ditunggu puluhan tahun sebelum memecahkan misteri terkait lubang hitam tersebut.

Baca Juga: Pentagon Resmi Rilis Video UFO, Klaim Manusia Mungkin Tak Sendiri...

“Kami tidak tahu betul objek ini, apakah bintang neutron yang diketahui paling berat atau lubang hitam paling ringan. Bagaimanapun, (penelitian) ini memecahkan rekor tersendiri,” imbuhnya.

Seperti diketahui, bintang neutron merupakan bintang yang padat dan mengandung massa dari matahari yang terkompresi menjadi sebuah bola berukuran 12 mil. Sejauh ini, para peneliti masih sukar menjelaskan muasal dan lingkungan objek itu.

Sehingga, akhirnya mereka mempertimbangkan skenario pembentukan yang lebih eksotik. Ini meliputi beberapa sistem penggabungan, kelompok bintang yang terpaut atau terikat satu sama lain, dan benda terperangkap dalam cakram di sekitar lubang hitam yang supermasif tersebut.

“Bagian yang menarik dari bintang-bintang neutron adalah ‘mereka’ memiliki jalur untuk membawa materi ketika menghadapi keruntuhan gravitasi,” papar peneliti dari Goddard Space Flight Center NASA, Zaven Arzoumanian seperti dilansir National Geographic, Kamis 25 Juni 2020.

Sementara, terkait berapa kepadatan stabil tertinggi yang dapat dicapai materi sebelum ia meledak dan runtuh, sebut Arzoumania, belum terlihat lagi

Pasca penemuan itu, NASA sempat menemukan lubang hitam baru yang berjarak 30 ribu tahun cahaya. Pada November 2019, Regolith X-Ray Imaging Spectrometer (REXIS), pesawat ruang angkasa Osiris-Rex milik NASA mendeteksi adanya misteri itu di konstelasi Columba.

Pesawat ruang angkasa Osiris-Rex kala itu mengumpulkan sampel di asteroid Bennu. Sehingga, penemuan itu disebut “serendipity, atau ketidaksengajaan.

Menurut NASA, objek bercahaya yang ditangkap Rexis ternyata merupakan lubang hitam X-ray. Hal tersebut pertama kali dikonfirmasi teleskop X-ray Maxi milik Jepang di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

“Ledakan X-ray hanya dapat dilihat dari luar angkasa lantaran atmosfer pelindung bumi melindungi planet kita dari X-ray,” demikian ungkap Arzoumanian.

Ia menambahkan, atmosfer bumi mengalangi sebagian besar radiasi antarbintang sehingga di satu-satunya cara untuk mendeteksi objek seperti MAXI J0637-430 dengan andal adalah di ruang angkasa. Dijelaskan, ISS dan teleskop orbital adalah bagian penting dari upaya tersebut.

Bagikan