WHO Laporkan Rekor Kenaikan Kasus Corona Tertinggi dalam Sehari

Terkini.id, Jenewa – World Health Organization (WHO) atau di Indonesia disebut Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss kembali melaporkan berita tak sedap perihal novel viruscorona disease 2019 (Covid-19) pada Minggu 21 Juni 2020.

Organisasi kesehatan yang bernaung di bawah payung hukum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut melaporkan peningkatan harian terbesar dalam kasus Covid-19. Menurut WHO, ada lebih 183 ribu kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir AFP, Minggu 21 Juni 2020, WHO mengungkapkan Brasil memimpin dengan 54.771 kasus yang dikonfirmasi. Sejauh ini, Pemerintah Brasil memang telah mengumumkan jumlah penyintas yang meninggal dunia di negara itu telah melewati 50 ribu.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Amerika Serikat (AS), ungkap WHO, ada di tempat berikutnya dengan 36.617 kasus infeksi Covid-19, sementara lebih 15.400 kasus ada di Negeri Bollywood, India.

Para ahli mengatakan, meningkatnya jumlah kasus virus corona secara umum menggambarkan banyak faktor dan upaya yang harus dilakukan negara-negara dunia, termasuk pengujian yang lebih luas terkait penyakit yang diklaim berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok tersebut agar dapat segera menghasilkan vaksin yang representatif.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Pengujian itu terus menjadi masalah kontroversial di AS, apalagi ajudan Gedung Putih membela pernyataan terakhir Presiden Donald Trump terkait masalah tersebut.

Presiden tertua di Negeri Paman Sam itu telah menuai kritik setelah pada kampanye di Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu 20 Juni 2020, mengatakan AS telah menguji 25 juta orang.

“Ketika Anda melakukan pengujian sejauh itu, Anda akan menemukan lebih banyak orang, Anda akan menemukan lebih banyak kasus. Jadi saya berkata kepada orang-orang saya, tolong perlambat pengujian,” beber Donald Trump.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Sementara itu, saingan Donald Trump dari Partai Demokrat Joe Biden juga menuduh politisi yang berasal dari pengusaha tersebut, telah menempatkan politik di atas keselamatan dan kesejahteraan ekonomi rakyat AS.

Pasalnya, AS memiliki jumlah infeksi yang dilaporkan tertinggi di dunia, yaitu 2,2 juta dengan jumlah kematian tertinggi sekitar 120 ribu orang.

Para pejabat kesehatan mengatakan, pengujian yang masif sangat penting guna melacak wabah dan menjaga agar virus tetap terkendali.

Secara keseluruhan dalam pandemi Covid-19, WHO melaporkan 8.708.008 kasus dengan 461.715 kematian di seluruh dunia, dengan peningkatan harian 4.743. Lebih dari dua pertiga dari kematian baru itu dilaporkan di AS.

Adapun Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan pada Senin 22 Juni 2020, “Negeri Samba” memiliki total 1.085.038 kasus yang dikonfirmasi dan 50.617 kematian penyintas.

Bagikan