WHO Bilang Waspada, 100 Kasus Baru Corona Muncul di Beijing

Terkini.id, Jenewa – World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mengingatkan negara-negara di dunia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya kasus virus corona sebagai bagian gelombang kedua penularan.

Pasalnya, organisasi terkait kesehatan yang berada di bawah payung hukum Persatuan Bangsam-Bangsa (PBB) ini mengonfirmasi, lebih 100 kasus virus corona (Covid-19) resmi tercatat dalam kluster penularan baru di Beijing, Tiongkok.

WHO juga memperingatkan negara-negara untuk tetap mewaspadai kemunculan kembali virus corona yang diklaim berasal dari Wuhan, salah satu provinsi di Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Seperti dilansir AFP, Selasa 16 Juni 2020, WHO mengungkapkan sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan dalam kluster penularan virus corona terbaru di ibu kota Tiongkok tersebut. Kendati demikian, sebut WHO, mempertimbangkan luas dan konektivitas wilayah Beijing, kemunculan kluster baru ini patut memicu kekhawatiran serius.

“Bahkan di negara-negara yang telah menunjukkan kemampuan untuk menekan penularan, negara-negara itu harus tetap waspada pada kemungkinan kemunculan kembali gelombang kedua penularan,” terang Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Senin 15 Juni 2020.

Baca Juga: Patuhi Protokol Kesehatan! Kemenkes Ungkap Omicron Telah Terdeteksi di 23...

Ia menambahkan, pada pekan lalu Tiongkok melaporkan kluster kasus baru di Beijing. Ini setelah lebih 50 hari tanpa satu kasus pun di kota itu. Sementara itu, kekhawatiran muncul setelah sekitar 100 kasus baru yang telah terkonfirmasi.

Untuk itu, sebut Tedros, WHO dan otoritas kesehatan di Tiongkok tengah menyelidiki atau tracing terkait asal dan luas penyebaran wabah Covid-19 tersebut.

Sekadar diketahui, pandemi virus corona pertama terdeteksi di Wuhan pada pengujung 2019 lalu. Sejak saat itu, kasus penularan lokal terus menurun hingga nyaris mendekati nol, sementara negara-negara lain tengah bergelut menghadapi virus akut itu.

Baca Juga: Dorong Percepatan Kekebalan Kelompok, TNI AL Lantamal VII Gencarkan Vaksinasi...

Sementara itu, Pemimpin Teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss mengatakan sejauh ini belum ada kematian penyintas dari kluster baru di Beijing.

Adapun Direktur Urusan Darurat WHO Mike Ryan menambahkan, negara-negara dunia diharapkan memberlakukan langkah-langkah preventif guna mengatasi penyebaran virus corona secara cepat. Ini dilakukan guna mengatasi kemunculan kluster-kluster baru.

“Namun, Beijing merupakan kota besar dan sangat dinamis dan sangat interkoneksi. Jadi selalu ada kekhawatiran. Kami pikir Anda bisa melihat level kekhawatiran itu dalam respons otoritas kesehatan di Tiongkok. Kami juga mengawal mengawasi hal itu secara saksama,” katanya.

Ryan menambahkan, WHO telah menawarkan bantuan dan dukungan kepada otoritas kesehatan di Tiongkok yang saat ini tengah tracing kluster baru tesebut. Sehingga, ini memungkinkan pihaknya untuk mengerahkan tim di Beijing dalam beberapa hari ke depan.

“Kluster baru semacam ini menjadi kekhawatiran, perlu diselidiki dan dikendalikan secepatnya. Itulah langkah urgensial yang kami lakukan bersama otoritas kesehatan Tiongkok,” tutupnya.

Bagikan