57 Kasus Corona Korea Selatan Berasal dari Kluster Baru Seoul

Terkini.id, Seoul – Telah terjadi lonjakan kasus baru terkait wabah novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Korea Selatan (Korsel) pada Minggu 7 Juni 2020. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC) mengungkapkan, ada 57 kasus virus corona baru yang juga menandai hari kedua berturut-turut jumlah orang terinfeksi di atas jumlah 50.

Kasus tersebut merupakan jumlah infeksi harian tertinggi sejak 58 orang dilaporkan positif virus corona pada 29 Mei 2020 lalu. Atas jumlah tersebut, tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran tentang infeksi kluster baru di daerah Seoul yang berpenduduk padat menjelang fase akhir pembukaan kembali sekolah.

Dengan demikian, akumulasi jumlah kasus Covid-19 di “Negeri K-Pop” itu menjadi 11.776. Adapun korban meninggal tetap di 273, sementara jumlah orang yang sembuh dan keluar dari isolasi berjumlah 10.552, naik 21 orang dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Dari jumlah kasus baru yang dilaporkan Minggu 7 Juni 2020, sebanyak 53 kasus merupakan kasus lokal, dengan perincian 49 kasus di antaranya berada di Seoul dan daerah sekitarnya. Seoul sendiri menambahkan 27 kasus, sementara Incheon, sebelah barat Seoul, dan Provinsi Gyeonggi, yang mengelilingi ibu kota, masing-masing melaporkan enam dan 19 kasus.

“Pihak berwenang tetap waspada, pasalnya akan lebih banyak pelajar di Korea Selatan yang kembali ke sekolah pada Senin 8 Juni 2020. Ini merupakan tahap akhir dari rencana pembukaan kembali aktivitas yang diwacanakan Pemerintah di tengah meningkatnya kecemasan atas gelombang kedua infeksi Covid-19 di Seoul dan kota-kota yang berdekatan,” demikian diungkap KCDC, seperti dilansir South China Morning Post, Minggu 7 Juni 2020.

Baca Juga: Patuhi Protokol Kesehatan! Kemenkes Ungkap Omicron Telah Terdeteksi di 23...

Berdasarkan data teraktual, saat ini Korea Selatan kembali bergelut dengan serangkaian kluster infeksi yang terkait pertemuan kegiatan keagamaan, klub malam, dan pusat distribusi di wilayah metropolitan sejak melonggarkan skema jarak sosialnya pada 6 Mei 2020.

Kluster terbaru yang ditemukan Pemerintah Seoul adalah kelompok pengecer produk kesehatan yang berpusat di Seoul, Richway. Produsen kesehatan ini memiliki spesialisasi dalam penjualan dari door to door atau dari pintu ke pintu dengan sebagian besar konsumen adalah lansia.

Kluster Richway dianggap sangat berisiko lantaran sebagian besar kasus adalah pasien usia lanjut yang lebih rentan terhadap virus corona ketimbang pada kelompok usia yang lebih muda.

Baca Juga: Dorong Percepatan Kekebalan Kelompok, TNI AL Lantamal VII Gencarkan Vaksinasi...

Otoritas kesehatan di Korea Selatan berencana untuk memperkuat pedoman jarak sosial untuk wilayah metropolitan. Hal ini dimulai dengan memperpanjang penutupan kembali sejumlah fasilitas umum dan tempat hiburan. Sebelumnya fasilitas ini telah dibuka namun kembali ditutup hingga 14 Juni 2020.

Apabila angka-angka dari daerah metropolitan terus naik, sebut KCDC, maka Korea Selatan harus mempertimbangkan kembali untuk memberlakukan social distancing yang lebih ketat.

Bagikan