New Normal 15 Juni, Resto di Kupang Ini Punya Strategi Jitu Gaet Pelanggan

New Normal 15 Juni, Resto di Kupang Ini Punya Strategi Jitu Gaet Pelanggan
Frozen Food lazim diperoleh di pasar swalayan kota-kota besar Indonesia. Bahan-bahan siap santap yang tinggal dipanaskan saja tersebut memang sebagai upaya praktis dan efisien para ibu rumah tangga yang tidak ingin repot menyajikan makanan bagi keluarga mereka di rumah. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Realisasi kenormalan baru atau lebih dikenal dengan sebutan New Normal yang diagendakan mulai 15 Juni 2020 di Nusa Tenggara Timur (NTT), diapresiasi para stakeholder khususnya pelaku usaha.

Pasalnya, sejak pandemi novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) turut menjamah warga di Tanah Flobamora, demikian julukan wilayah NTT, banyak sektor mengalami stagnanisasi lantaran penerapan pembatasan guna mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas.

Salah satu sektor yang paling terpukul adalah industri hotel dan restoran. Tidak sedikit pelaku usaha yang tergabung dalam kompartemen ini mengeluhkan berbagai penurunan usaha, dengan koreksi sekitar 90 persen dibandingkan kondisi normal pra virus corona.

Hal itu diakui Owner sekaligus Head Chef Lorita Resto Ricky Chandra saat ditemui di Lower Ground (LG) Lippo Plaza, Jalan Veteran, Fatululi, Kupang, Sabtu 6 Juni 2020.

“Selain adanya pembatasan yang diinstruksikan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait social distancing, yang mengharuskan pengelola restoran hanya melayani take-away atau pesanan untuk dibawa pulang dan tidak memperbolehkan pelanggan makan di tempat, kami juga mengikuti aturan pengelola mal (Lippo Plaza) yang beberapa waktu lalu menutup operasional mal kecuali penjualan ritel sembako,” ungkapnya.

Sehingga, sebut Ricky, hal itulah yang membuat pihaknya merugi. Bahkan, mensubsidi guna menstimulus keberlangsungan usahanya.

“Penurunan dampak virus corona, sejak awal Maret 2020 hingga saat ini sekitar 90 persen. Jika mengandalkan penjualan take-away, jangankan untung tetapi untuk operasional saja jelas tidak menutup,” imbuhnya.

Ricky mengatakan, ia tetap optimistis restoran akan kembali berjalan normal dengan profit share yang menguntungkan pula jika pengelola mal membuka operasional harian seperti sedia kala.

“Jika mal dibuka, rencananya sih sekitar 15 Juni 2020 mendatang menurut manajemen Lippo Plaza, maka saya optimistis masih bisa raup untung atau minimal tidak rugilah,” paparnya.

Kendati demikian, cuan atau untung yang dimaksud Ricky, memang sepenuhnya tidak akan seperti sebelum mewabahnya virus corona. Pasalnya, pihaknya hanya menyediakan separuh atau setengah dari ketersediaan meja kursi untuk penerapan protokol physical distancing.

“Ini diharuskan Pemerintah dan pihak pengelola Lippo Plaza sendiri untuk menjaga jarak aman. Tetapi, semuanya juga begitu bila New Normal diberlakukan,” katanya.

Ketika ditanyakan Kupang.Terkini.id terkait strategi yang bakal dilakukan Lorita Resto yang masuk bagian subresto Lippo Plaza, Ricky mengungkapkan tetap mengutamakan kualitas kuliner, sesuai tagline pihaknya yaitu ‘Lezat dan Murahnya Mantul’.

“Selain itu, kami juga secara rutin akan meluncurkan menu-menu baru khas Nusantara. Secara umum, Lorita Resto memang sudah dikenal pelanggan sebagai decision maker menu Nusantara yang enak dan berharga terjangkau di Kota Kupang,” klaim Ricky.

Salah satu strategi guna menggaet pelanggan adalah dengan meluncurkan Frozen Food.

Seperti diketahui, Frozen Food lazim diperoleh di pasar swalayan kota-kota besar Indonesia. Bahan-bahan siap santap yang tinggal dipanaskan saja tersebut memang sebagai upaya praktis dan efisien para ibu rumah tangga yang tidak ingin repot menyajikan makanan bagi keluarga mereka di rumah.

“Penyediaan Frozen Food ala Lorita Resto juga sesuai kondisi masyarakat yang ingin serba praktis di tengah wabah Covid-19. Dengan membeli Frozen Food, warga tentu lebih nyaman karena tidak perlu membeli bahan-bahan makanan di pasar tradisional dengan situasi berbaur dalam kerumunan orang. Apalagi, dari segi harga jauh lebih murah. Lebih murah bahkan separuh dari harga menu jadi,” ungkap Ricky.

Selain itu, pelanggan juga bisa memilih berbagai bahan makanan beku seperti ayam, daging iga, udang, dan lainnya yang lebih hiegenis.

“Banyak keuntungan yang bisa diperoleh ibu-ibu rumah tangga, atau mahasiswa yang ngekos, karena secara prinsipal teknik memasak makanan beku ini tidak ribet. Cukup defrost atau mendiamkan sekitar 30 menit agar ‘mencair’, lalu menggorengnya sekitar lima menit di dalam minyak panas,” jelasnya.

Sekadar diketahui, defrost atau yang dikenal juga dengan istilah thawing, merupakan proses pencairan bahan makanan beku seperti daging dan ikan, sebelum akhirnya diolah jadi makanan.

Apalagi, sebut Ricky, Frozen Food bisa lebih awet karena kalau tidak habis termakan bisa disimpan kembali di kulkas. Beda bila dibandingkan menu jadi, sebab harus dihabiskan.

“Frozen Food Lorita Resto untuk sementara ada enam jenis menu, yaitu Ayam Tulang Lunak Rp 19 ribu, Ayam Rempah 18 ribu, Ayam Kremes Rp 18 ribu, Ayam Lorita Rp 16 ribu, Daging Iga Rp 28 ribu, dan Udang Rp 28 ribu,” katanya.

Ricky sendiri optimistis jika menu-menu Frozen Food yang diluncurkannya sepekan ini, bisa lebih diminati pelanggan saat memasuki New Normal pada 15 Juni 2020 mendatang.

“Animo pelanggan sudah terlihat semasa penjualan take-away kami kurang lebih seminggu ini. Kalau masuk New Normal, saya yakin penjualan akan lebih meninggat seiring arus warga yang berbelanja di mal,” jelasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Novelet: Season of The Fireworks 9

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar