Ini Menu di Kupang yang Populer Berkat Tren Film Korea

Ini Menu di Kupang yang Populer Berkat Tren Film Korea
Beef Bulgogi. Promosi-promosi secara tidak langsung para pemeran film dalam K-Drama menggiring opini pemirsanya untuk juga melakukan hal serupa, misalnya cara berbusana, atau bahkan makanan apa yang mereka santap. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Saat ini, siapa yang tidak mengenal Korea Selatan (Korsel). Salah satu daerah di Semenanjung Korea ini adalah negara yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil telepon seluler ternama, Samsung.

Tidak hanya itu, dalam bidang otomotif pun mereka menghasilkan produk mobil yang juga cukup ternama, Hyundai.

Tidak kalah dengan produk komersial dalam bidang teknologi, Korsel yang kerap disebut “Korea” saja, meskipun dari segi geografis sejatinya Korea ada dua, Korea Utara (Korut) dan Korsel sendiri, juga tidak kalah pamor dalam bidang fashion dan entertainment seperti film dan musik. Film dan musik bahkan sudah menjadi industri di sana.

Kegemaran masyarakat Negeri Ginseng terhadap kompartemen tersebut, memicu budaya pop baru bernama K-Pop yang pada akhirnya menjamah hampir populasi muda di berbagai negara termasuk Indonesia.

Kedigdayaan label-label Korea memang tidak terlepas dari sikap nasionalisme warga Korea terhadap produk-produk dalam negeri mereka.

Masyarakat di bawah pimpinan Presiden Moon Jae-in tersebut dikenal sangat loyal dengan produk negara mereka sendiri, bahkan terhadap kultur Korea yang sudah meleluri.

Hal itu pulalah yang memantik istilah Hallyu yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara sejak pengujung 1990-an. Secara umum, Hallyu memicu banyak orang untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Korea.

Salah satu pelecut demam Korea tidak lain masifnya tayangan drama Korea. Media-media asing, terutama di Korea melansir drama Korea merupakan penyebab mulai merebaknya Hallyu di berbagai negara.

Warga Korea yang suka menonton drama dan film, serta mendengar musik berkontribusi terhdap maraknya perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi film drama.

Tidak sedikit di antaranya yang mencetak sukses, diekspor ke luar negeri dengan royalti atau hak siar berbiaya besar.

Adapun drama televisi yang secara formal disebut K-Drama atau Korean Drama, yang memicu Hallyu antara lain Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days, Hotelier, dan You’re Beautiful.

Promosi-promosi secara tidak langsung para pemeran film dalam K-Drama menggiring opini pemirsanya untuk juga melakukan hal serupa, misalnya cara berbusana, atau bahkan makanan apa yang mereka santap.

Sehingga, tidak hanya film, musik, dan fashion, dalam bidang kuliner negara asal boyband ternama Bangtan Boys (BTS) ini juga “gahar”.

Berbagai varian makanan Korea sudah menjadi menu internasional yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.

Di Kota Kupang, salah satu resto yang diklaim pertama menawarkan menu Korea, Waroenk Resto and Cafe, juga menyediakan menu Korea, seperti Bulgogi.

“Selain Bulgogi, kami juga menyediakan menu Korea lainnya seperti Korean Chicken Pop dan Sticky Wings,” papar Marcomm and PR Waroenk Merlin Sinlae saat ditemui di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Jumat 29 Mei 2020 malam.

Dari serangkaian menu Korea, sebut Merlin, Bulgogi menjadi menu terfavorit pelanggan. Menurutnya, menu itu dinamakan pihaknya “Beef Bulgogidengan bahan daging sapi pilihan yang empuk dan gurih.

Sementara itu, menu Korea lainnya seperti Korean Chicken Pop dan Sticky Wings juga tidak kalah digemari.

“Beef Bulgogi adalah olahan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau bagian daging sapi pilihan,” beber Merlin.

Dijelaskan, sejatinya bumbu Bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah rempah lain tergantung resep dan daerah di Korea.

Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus Bulgogi bersama Kimchi, bawang putih, atau bumbu penyedap lain.

Adapun di Negeri Sakura Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan Yakiniku, bumbu daging untuk Bulgogi dibuat lebih manis.

Air bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas pelat besi (teppan), melainkan di atas panci datar.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Vaksinasi Covid-19, Optimistis dan Harapan Baru di Tengah Pandemi

Pastikan Keamanan, Pembuatan Vaksin Diawasi Secara Ketat

Mundur Januari 2021, BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Tertunda

Tepis Mitos Salah, Guru Besar FKUI Ini Bilang Vaksin Aman

Kabar Baik, Vaksin Diklaim Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar