Es Cendol, Beverage yang Naik Kelas Tak Sekadar Dikonsumsi Grassroot

Es Cendol, Beverage yang Naik Kelas Tak Sekadar Dikonsumsi Grassroot
Sekadar diketahui, Es Cendol adalah minuman khas Sunda yang dulunya terbuat dari tepung produk lawas “hunkwe”. Tetapi, saat ini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, KupangBeberapa menu Nusantara, baik makanan maupun minuman sudah tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia.

Lantaran sudah sangat merakyat, makanan ataupun minuman tersebut sudah menjadi menu “ikonik”. Dalam jajaran menu yang ditawarkan pelaku usaha kuliner, Es Cendol sudah tidak terpisahkan dari konsumsi masyarakat di Tanah Air.

Pasalnya, minuman yang dulunya dianggap hanya dikonsumsi kalangan grassroot atau akar rumput, kini hadir memperkaya aneka menu khususnya beverage yang masif dijual berbagai kalangan bahkan di tingkat elite seperti restoran dan subresto hotel berbintang.

Salah satu restoran di Kota Kupang yang menjual minuman yang diklaim berasal dari Jawa Barat tersebut adalah Waroenk Resto and Cafe.

Kami memang sengaja mengangkat minuman ini untuk memperkaya beverage Nusantara yang sudah ada, seperti Es Pisang Ijo khas Makassar, Es Podeng, Es Kopyor, dan masih banyak lainnya,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Merlin Sinlae saat ditemui di Jalan WJ Lalalmentik, Oebufu, Kupang, Jumat 29 Mei 2020.

Menurut Merlin, selain hal tadi manajemen juga menyediakan Es Cendol. lantaran melihat animo yang sangat bagus dari pelanggan.

Dijelaskan, meskipun sebelumnya dikenal sebagai minuman grassroot atau kalangan akar rumput, tetapi saat ini Es Cendol sudah “naik kelas”.

“Buktinya, Es Cendol sudah tidak lagi hanya dijajakan penjual di pinggir-pinggir jalan maupun gang-gang kampung dengan gerobak dan warung-warung kecil, namun sudah dijual di resto-resto mewah,” imbuh Merlin.

Ia mengklaim, Es Cendol saat ini merupakan salah satu minuman paling laris pihaknya.

Dari demikian banyak varian minuman, Es Cendol adalah salah satu minuman paling diburu pelanggan,” kata Merlin.

Selain karena sudah merakyat, sebutnya, Es Cendol juga termasuk minuman yang “memorable”. Memorable yang ia maksud tidak lain karena minuman yang berbahan pewarna dari daun suji tersebut gampang diingat dan sederhana dalam pembuatannya.

Sekadar diketahui, Es Cendol adalah minuman khas Sunda yang dulunya terbuat dari tepung produk lawas “hunkwe”. Tetapi, saat ini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Beberapa pelaku kuliner menambahkan variasi buah seperti alpukat, durian, dan lain-lain.

Di daerah Jawa Barat yang hegemoni didiami etnik Sunda, minuman ini dikenal dengan nama cendol” saja, sementara di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet.

Dalam pembuatan Es Cendol, tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan lazimnya dari daun suji atau daun pandan.

Di Jawa Barat, cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan, sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya.

Di Jawa Barat, minum cendol juga kerap disebut “nyendol” yang biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Unik, Asal Usul Kue Ini Masih Diklaim Dua Daerah di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar