Pasca Akuisisi, BCA Rebranding Bank Royal Jadi Bank Digital BCA

Bloomberg: Selama Pandemi Corona Harta Bos Grup Djarum Ambles Rp 174,91 Triliun
Pasca akuisisi, salah satu korporasi perbankan milik Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengungkapkan kesiapannya untuk rebranding PT Bank Royal Indonesia yang belum lama ini diakuisisi. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Pasca akuisisi, salah satu korporasi perbankan milik Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengungkapkan kesiapannya untuk rebranding PT Bank Royal Indonesia yang belum lama ini diakuisisi.

Rebranding tersebut berarti mengubah nama Bank Royal menjadi Bank Digital BCA. Seperti diketahui, Bank Royal diakuisisi keluarga Hartono pada April 2019 lalu.

Seperti dijelaskan Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim, Rabu 27 Mei 2020, perseroan telah menginjeksi modal terhadap dua anak usaha perusahaan pihaknya di tahun lalu.

Pertama, sebut Vera, untuk BCA Syariah sebesar Rp 1 triliun yang bertujuan memperkuat lini perbankan syariah. Sementara, kedua adalah suntikan modal tambahan untuk Bank Royal.

“Untuk Bank Royal, ada nama baru dan sudah dapat persetujuan (direksi). Nama barunya, Bank Digital BCA,” imbuhnya dalam keterangan resminya terkait kinerja kuartal pertama 2020 secara virtual kepada wartawan di Tanah Air.

Menurut Vera, soft opening akan dilakukan pihaknya pada tahun ini di semester kedua. Dijelaskan, biasanya juga lebih terhadap percobaan internal untuk beberapa aplikasi yang sudah siapkan saat ini.

“Kita tunggu tanggal mainnya. Kalau ready, pasti kami informasikan soal peluncuran Bank Digital BCA tersebut,” katanya.

Rencana rebranding itu, lanjut Vera, sebetulnya sudah didengungkan sejak Desember 2019 lalu, kendati baru resmi diumumkan saat ini.

“Meskipun dengan brand baru, kami memastikan entitas Bank Royal masih akan tetap dipertahankan sebagai bank digital,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Direktur Utama (Dirut) BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, Bank Royal Indonesia sebagai anak usaha di bidang perbankan digital, bakal segmentif menggarap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Untuk menstimulus rencana tersebut, BCA akan menginjeksi modal kepada Bank Royal. Adapun besaran suntikan dananya sebesar Rp 1 triliun.

Jahja mengatakan, dengan suntikan modal itu Bank Royal akan menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II.

“Suntikan modal ini di luar nilai akuisisi Rp 988 miliar. Pada 5 November 2019 lalu, BCA menggenggam 99,99 persen saham Bank Royal dan PT BCA Finance 0,01 persen dari total saham Bank Royal,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pada April 2019 lalu, BCA mengumumkan secara resmi mengakuisisi Bank Royal. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 April 2019, BCA dan anak usahanya BCA Finance sudah membeli seluruh saham Bank Royal dari PT Royalindo Investa Wijaya, termasuk pemegang saham utama yang dimiliki Leslie Soemadi, Ibrahim Soemadi, Nevin Soemadi, dan Ko Sugiarto.

Selanjutnya, setelah itu pada 11 Desember 2019, BCA mengakuisisi PT Rabobank Indonesia. Adapun tujuan aksi korporasi ini, seperti diungkap manajemen BCA, guna mendukung program teknologi perbankan Indonesia dan mengembangkan bisnis perbankan perseroan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Bank Indonesia Umumkan Penjualan Eceran April Turun 16,9 Persen

Layanan Remitansi Asal Indonesia Ini Ekspansi ke Eropa

Bos Sanrio Pencipta Hello Kitty Mundur, Wariskan Jabatan ke Cucunya

Saatnya Bersih-bersih Saham di Pasar Modal, Ini Alasannya

20 Persen Kredit Produktif BPR Berpotensi Terdampak Corona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar