American Risoles, Analogi Penganan Bule Masuk Kampung

American Risoles, Analogi Penganan Bule Masuk Kampung
Kendati membawa entitas Amerika, namun uniknya Risoles, seperti diketahui secara umum berasal dari Belanda. Di Negeri Kincir Angin, Risoles disebut “rissole” merupakan snack khas serupa pastry berisi daging. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Bagi Anda penikmat sinetron Indonesia, tentu masih ingat salah satu judul sinetron yang populer pada 2004 hingga 2006, yaitu “Bule Masuk Kampung”. Sinetron yang ditayangkan di Stasiun TV Indosiar tersebut diperankan Okan Cornelius, Dhini Aminarti, dan masih banyak artis tenar lainnya. Sinetron itu sendiri diklaim berdurasi panjang dengan lebih 100 episode.

Tetapi, saat ini kita tidak membahas sinetronnya namun membahas kuliner Nusantara berupa penganan American Risoles yang jika dirunut dari asal kue tradisional ini yang berasal dari luar negeri, Amerika Serikat (AS), bisa diplesetkan kurang lebih berarti “penganan bule masuk kampung” lantaran analogi kuliner luar yang sudah jamak di pasar kuliner grassroot atau kaum akar rumput.

Kendati membawa entitas Amerika, namun uniknya Risoles, seperti diketahui secara umum berasal dari Belanda. Di Negeri Kincir Angin, Risoles disebut “rissole” merupakan snack khas serupa pastry berisi daging.

American Risoles, Analogi Penganan Bule Masuk Kampung
Foto Risoles (kanan ke kiri) American Risoles, Risoles Sayur, Risoles Rogout, dan Risoles Ayam. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terdengar rancu memang, tetapi menurut Manager Royal Bakery Anita Anny saat ditemui Kupang.Terkini.id di Jalan Bundaran PU, Tuak Daun Merah, Kupang, Selasa 26 Mei 2020, hal itu lumrah dalam dunia kuliner.

Pasalnya, sebut Anita, riwayat kuliner yang bertumbuh seiring perkembangan diaspora Belanda di AS, turut melahirkan inovasi dengan kearifan setempat seperti penggunaan bahan-bahan yang ada di daerah yang didiami.

“Sehingga, lahirlah penganan-penganan kreasi baru dengan tetap mengusung kuliner mainstream daerah asalnya seperti rissole tersebut menjadi American Risoles,” paparnya.

Anita menambahkan, Risoles sendiri memiliki banyak variasi tergantung isi dalamannya. Biasanya, daging dicincang dan sedikit sayuran sebagai isi dalaman yang terbungkus dalam dadar. Selanjutnya, kue kecil ini digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam.

Hidangan tersebut juga dapat dipanggang dalam oven, dan disajikan sebagai hors-d’oeuvre atau appetizer (makanan ringan pembuka) sebelum sesi makan besar. Uniknya, sebut Anita, Risoles berukuran kecil dapat dipakai sebagai hiasan untuk hidangan dari potongan besar daging unggas atau daging sapi dalam sajian para “bule” di Eropa.

Dalam istilah kuliner Perancis, tambah Anita, verba “rissole” berarti menjadikan cokelat. Sebuah Risoles selalu dibungkus pastry gelembung atau sejenisnya, biasanya digoreng namun kadang-kadang dipanggang di oven. Rasa Risoles dapat asin atau manis, rasa manis didapat dengan menaburinya dengan gula halus dan melengkapinya dengan saus buah.

“Isi penganan Risoles dapat berupa daging ayam, daging sapi, daging ikan, udang, jamur kancing, wortel, kentang, atau buncis. Adonan dadar dibuat dari campuran tepung terigu, kuning telur, mentega atau margarin, dan air atau susu,” papar Anita.

Ia menjelaskan, secara umum ada dua jenis Risoles yang dikenal di Indonesia yaitu Risoles Sayur yang berisi sayuran bercampur daging tumis dan Risoles Rogout yang berisi ragout.

“Sekadar diketahui, ragout adalah potongan-potongan sayuran atau daging yang dibumbui. Ragout yang lebih umum dikenal di Indonesia berbentuk seperti pasta semi padat yang berisi sayuran,” imbuh Anita.

Wujud dari ragout seperti pasta semi padat, lanjutnya, lantaran terdapat penambahan tepung dalam proses pembuatannya. Sehingga, potongan sayuran yang diolah dengan bumbu dan ditambahkan tepung memiliki tekstur seperti ragout yang biasa dikenal sekarang ini

Sedikit bocoran, Anita mengungkapkan jika pembuatan Risoles termasuk gampang-gampang sulit. Pasalnya, meskipun kelihatan sederhana terutama dari penggunaan bahan-bahannya yang umum, tetapi peracikan penganan ini yang agak ribet.

“Jka Risoles terlihat menggelembung saat digoreng, kita harus tusuk perlahan dengan tusuk sate lancip atau jarum untuk memberi ruang udara keluar. Dengan begitu, Risoles akan mengempis lagi,” bebernya.

Menurut Anita, sejatinya Risoles sudah layak dimakan tanpa dgoreng lantaran semua bahannya sudah matang dan “ready to eat”.

“Menggoreng hanya untuk mendapatkan tekstur crispy dan agar terlihat lebih ‘cantik’. Makanya, segera angkat bila Risoles bila sudah terlihat berwarna kuning emas, tidak perlu sampai cokelat gelap,” ungkapnya.

Adapun bentuk kue tersebut, beber Anita, persegi panjang. Sementara, Risoles yang berbentuk segitiga umumnya berisi ragout. Risoles dapat dimakan dengan cabai rawit, sambal botolan, atau saus kacang encer.

“Di Royal Bakery, produk Risoles ada empat jenis antara lain American Risoles yang kami jual Rp 6.500 per picis, Risoles Sayur Rp 5 ribu, Risoles Rogout Rp 5.800, dan Risoles Ayam Rp 5.500,” jelasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Novelet: Season of The Fireworks 9

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar