Kue Cubit, Penganan Khas Betawi yang Populer Sejak Era Batavia

Kue Cubit, Penganan Khas Betawi yang Populer Sejak Era Batavia
Kue Cubit bukan nama asing lagi bagi penikmat kuliner Nusantara. Pasalnya, selain enak bentuk dan nama kuenya juga sangat unik sehingga mudah diingat. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Bagi Anda penikmat musik dangdut lawas 1980-an, tentu mengenal lagu berjudul “Cubit Cubitan” yang dibawakan biduan Elvy Sukaesih. Dari liriknya, ada diksi “cubit” yang jika berpedoman terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sesuatu yang dijepit dengan ujung jari atau ujung telunjuk dengan ibu jari.

Benar, tetapi yang kita bahas saat ini bukan “cubit” dalam bentuk sebenarnya namun lebih mengarah ke salah satu jenis penganan Nusantara, yaitu Kue Cubit yang diklaim berasal dari Jakarta namun sudah populer sejak zaman wilayah tersebut masih bernama Batavia.

Memang, saat ini jajanan pasar Kue Cubit bukan nama asing lagi bagi penikmat kuliner Nusantara. Pasalnya, selain enak bentuk dan nama kuenya juga sangat unik sehingga mudah diingat.

“Sekarang, sudah banyak variasi rasa Kue Cubit yang bisa kita temui di pasaran. Pembuat kue ini beberapa di antaranya menambahkan perasa seperti green tea, red velvet, tiramisu, ataupun original yang paling banyak dijual di pasar,” terang Manager Royal Bakery Anita Anny saat ditemui di Royal Bakery, Jalan Bundaran PU, Tuak Daun Merah, Kupang, Senin 25 Mei 2020.

Menurut wanita yang akrab disapa Anny tersebut, pihaknya hanya menjual Kue Cubit original karena paling disukai warga Kota Kupang, terutama untuk dijadikan camilan.

Di Royal Bakery, Anita mengatakan menjual kue jenis ini dalam paket berisi enam picis yang dibanderol pihaknya Rp 5.500 satu paket.

Untuk pelanggan yang ingin mencicipi kue ini, sebutnya, sebaiknya mengordernya terlebih dulu sehingga dapat dibuatkan secara ‘fresh from the oven’.

Sekadar diketahui, di Jakarta sendiri Kue Cubit sangat populer dijajakan pedagang asong yang menjual di pinggir jalan dengan konsumen anak sekolah. Tidak sedikit pula yang membuka lapak pushcart di emperan toko niaga maupun dalam mal.

Kue imut ini berdiameter kecil sekitar empat sentimeter terbuat dari adonan utama terigu dan susu. Selanjutnya, dimasak dan ditambahkan berbagai topping seperti keju atau cokelat tabur. Rasanya pun enak dan manis, sehingga membuat banyak orang menyukai jajanan ini, terutama anak-anak.

Terkait riwayat atau asal-usul penamaan Kue Cubit, tidak ada informasi jelas mengapa kue ini kemudian dinamakan kue cubit. Kendati demikian, beberapa orang meyakini nama Kue Cubit sebenarnya berasal dari proses pembuatannya.

Ini dapat dilihat dari adonan Kue Cubit yang dimasukkan ke dalam cetakan-cetakan kecil kemudian dimasak. Setelah matang, pedagang Kue Cubit akan mencubit-cubit kue tersebut menggunakan alat penjepit. Sehingga, kemungkinan dari sinilah nama Kue Cubit itu berawal.

Selain terkait pelabelan yang unik, Kue Cubit bagi sebagian warga Betawi di Jakarta mengungkapkan jika penganan sederhana itu berasal dari makanan khas Belanda. Sejatinya, kala itu Pemerintah Kerajaan Belanda menguasai Indonesia, khususnya Jakarta yang waktu itu bernama “Batavia” dan meninggalkan beberapa tradisi salah satunya adalah kuliner.

Banyak kue yang saat ini dikenal di Indonesia ternyata merupakan kuliner asli Negeri Kincir Angin. Sebut saja Kaasstengels, Kroket, Lapis Legit, dan Kue Cubit ini. Kue Cubit sendiri memiliki bentuk dan cara pembuatan yang sama dengan sebuah penganan favorit masyarakat Belanda yaitu “Poffertjes”.

Seiring berkembangnya zaman, banyak pedagang Kue Cubit yang berinovasi dengan menambah aneka topping pada Kue Cubit versi “taste” seperti taburan meses Ceres, Kitkat, Nutella hingga topping marshmellow.

Secara basicly, lantaran persepsi makanan rakyat meskipun sudah dikreasikan dengan imbuhan-imbuhan topping tadi, tetap pedagang Kue Cubit ini menjualnya dengan harga terjangkau.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Unik, Asal Usul Kue Ini Masih Diklaim Dua Daerah di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar