Homemade Cookies Paling Digemari saat Lebaran, Ini Bedanya dengan Kue Pabrikan

Homemade Cookies Paling Digemari saat Lebaran, Ini Bedanya dengan Kue Pabrikan
Salah satu momentum perayaan Idul Fitri tahun ini yang kerap juga disebut Lebaran, dapat dilihat dari aktivitas warga, khususnya di Kota Kupang yang membeli kebutuhan Lebaran termasuk kue atau penganan kecil untuk bekal silaturahmi tamu maupun kerabat yang mengadakan halalbihalal di rumah masing-masing. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Tidak terasa setelah menjalankan ibadah Puasa selama sebulan di 2020, umat Muslim pada hari ini, Minggu 24 Mei 2020, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Meskipun terjadi dalam masa pandemi novel coronavirus disease 2019 (Covid-19), namun tidak mengurangi kekhidmatan warga yang merayakannya.

Salah satu momentum perayaan Idul Fitri tahun ini yang kerap juga disebut Lebaran, dapat dilihat dari aktivitas warga, khususnya di Kota Kupang yang membeli kebutuhan Lebaran termasuk kue atau penganan kecil untuk bekal silaturahmi tamu maupun kerabat yang mengadakan halalbihalal di rumah masing-masing.

“Setiap momen Lebaran, terjadi lonjakan pembelian kue kering di tempat kami. Yang pasti, setiap peringatan hari raya seperti Natal, penjualan cukup bagus. Imlek juga begitu,” papar Manager Royal Bakery Anita Anny saat ditemui di Royal Bakery, Jalan Bundaran PU, Kupang, Sabtu 24 Mei 2020 malam.

Meskipun tidak menyebut omset kenaikan penjualan pihaknya, namun ia menggambarkan grafik persentase yang lebih representative dibandingkan hari-hari biasa.

“Naik sekitar 50 persenlah. Jika tahun-tahun sebelumnya, saat belum ada (pandemi) virus corona, bahkan bisa up (naik) hingga 70 persen hingga 80 persen,” beber Anita.

Ibu dua anak ini mengatakan, penjualan terkait penganan sudah menjadi tradisi jelang Idul Fitri di Kota Kupang. Jika pada Ramadan, kue-kue yang laris diburu adalah jajanan pasar tetapi memasuki beberapa hari sebelum Lebaran, warga lebih banyak yang membeli kue kering.

“Kue kering yang kami jual adalah homemade cookies. Ini produksi sendiri, bukan pabrikan lazimnya kue-kue yang dijual pada umumnya,” ungkap Anita.

Saat ditanyakan apa perbedaan kue homemade cookies dibandingkan produk pabrikan, ia mengatakan perbedaannya banyak. Salah satunya adalah variasi dan persentase bahan-bahan yang digunakan. Pasalnya, produk dengan orientasi massal tentu memiliki pertimbangan tersendiri seperti penghematan takaran bahan-bahan pembuatan kue kering.

“Homemade cookies secara signifikan berbeda dibandingkan produk pabrikan. Pasalnya, homemade cookies lebih variatif dengan bahan yang lebih kaya dan padat seperti penggunaan mentega, keju, tepung, susu, cokelat, topping-toppingan, serta bahan-bahan berkualitas dan higienis lainnya,” imbuh Anita.

Apalagi, kue-kue homemade cookies pihaknya tanpa menggunakan bahan pengawet serta lebih inovatif dengan kreasi dan bentuk-bentuk yang unik.

Lebih lanjut, Anita mengatakan pihaknya saat ini sudah meluncurkan 13 varian kue kering ala homemade cookies, di antaranya Brownies Cookies, Chocolate Filling Cookies, Lidah Kucing Cokelat, Putri Salju, Lidah Kucing Keju, Sagu Keju, Kukis Kacang, Sagu Keju Choco Chip, Nastar Keju, Kue Kipas, Selai Matahari, Kastengel, dan Kue Kapas yang dibanderol cukup terjangkau per stoples.

Adapun untuk fresh daily cake (puding dan bolu) yang sudah diluncurkan dalam 38 varian, di antaranya Pie Susu, Pie Susu Cokelat, Fruit Egg Tart, Fruit Pie Sedang, Fruit Pie, Bavareal Puding, dan masih banyak lainya.

“Seperti jajanan pasar dan roti, hingga saat ini animo terhadap produk kue kering sangat bagus. Tidak hanya Lebaran sebenarnya, tetapi berbagai kantor dan instansi pemerintahan juga sudah menjadi pelanggan loyal kami. Ini terutama untuk memenuhi kebutuhan roti dan kue mereka saat rapat, lokakarya, atau kegiatan terkait kantor lainnya,” imbuh Anita.

Ia mengungkapkan, digemarinya kue kering pihaknya semua itu tidak lepas dari kualitas bahan-bahan mumpuni yang digunakan. Begitu pula dalam hal produksi yang menggunakan alat-alat mutakhir sehingga menghasilkan produk yang bagus pula.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Novelet: Season of The Fireworks 9

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar