WHO Bilang Amerika Latin Jadi Episentrum Baru Corona, Ini Alasannya

Mortalitas Corona, WHO Bilang Virus Ini Mungkin Tak Akan Punah dari Bumi
World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), memperingatkan kepada publik dunia terkait mortalitas virus SARS-CoV-2 dari keluarga novel coronavirus disease 2019 (Covid-19). (Ist)

Terkini.id, Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengungkapkan, Amerika Latin saat ini dinyatakan sebagai episentrum baru virus corona.

Hal itu terjadi di tengah usaha Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membuka lagi negaranya.

Menurut WHO, kenaikan kasus yang signifikan terjadi di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Ini membuat total penularan di seluruh dunia mencapai 5,3 juta kasus.

Kasus virus corona di Brasil, seperti dilansir badan kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Sabtu 23 Mei 2020, saat ini penyintas sudah mencapai 310 ribu kasus dengan data meninggal melebihi 21 ribu orang.

“Atas pertimbangan tersebut, Amerika Latin menjadi episentrum baru penyakit ini,” terang Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan di Jenewa, Swiss.

Ia menambahkan, banyak negara di Amerika Selatan mengalami kenaikan kasus. Namun, saat ini yang paling terdampak adalah Brasil.

Pasalnya, tidak seperti di Eropa dan AS yang kebanyakan korbannya adalah lansia, maka korban meninggal terbanyak di “Negeri Samba” ini mayoritas terjadi di kalangan anak muda.

Pakar Epidemiologi Universitas Brasilia, Mauro Sanchez mengatakan, populasi di negaranya kebanyakan berada di bawah usia 60 tahun.

“Yang harus ditekankan di sini adalah banyak orang tertular virus tersebut karena tidak memiliki banyak pilihan,” beber Sanchez.

Ia merujuk fakta, banyak pemuda yang tertekan kemiskinan, sehingga harus tetap keluar bekerja kendati berisiko terinfeksi Covid-19.

Di tengah angka kematian yang terus melonjak, pekerja kompleks pusara atau pemakaman di Sao Paulo memaparkan, pihaknya terus mengebut tugas mereka. Salah seorang pekerja di Vila Formosa mengungkapkan, mereka bekerja selama 12 jam sehari.

“Kami menguburkan satu demi satu korban. Ini seperti tidak ada habisnya. Kami harus lebih sering berdoa,” imbuhnya.

Di Washington, Presiden Trump menekan Pemerintah lokal dan negara bagian untuk melonggarkan aturan lockdown yang sudah mereka terapkan selama ini.

Menurutnya, wabah tersebut sudah menghantam ekonomi AS, sehingga warga AS mengultimatum agar karantina wilayah dicabut kendati kasus penularan virus corona masih terus terjadi.

Saat ini, negara berjuluk “Paman Sam” merupakan wilayah yang paling parah terdampak Covid-19, dengan 1,6 juta pasien reaktif dan penyintas yang meninggal melebihi 97 ribu orang.

Seperti dilansir AFP, Sabtu 23 Mei 2020, Trump menghendaki para gubernur mengklasifikasi gereja, sinagogue, dan masjid sebagai layanan esensial.

Penyebutan diksi esensial itu membuat tempat ibadah menjadi setara dengan toko obat dan makanan, sebab kegiatan operasional mereka harus dibuka di tengah wabah.

“Gubernur harus melakukan hal benar, dan membuka tempat urgensial itu sekarang, atau paling tidak akhir pekan,” ujar Presiden AS yang selalu mengundang kontroversial ini.

Trump yang saat ini berusia 73 tahun juga mengancam, jika pemerintah negara bagian tidak menurutinya, ia akan bertindak sesuai kewenangannya. Menurutnya, saat ini di AS warga harus lebih sering berdoa.

Tidak dijelaskan apakah ia memiliki wewenang untuk membalikkan otoritas negara bagian. Pemerintah Los Angeles sendiri melayangkan kritikan setelah Gedung Putih mengultimatum, melanjutkan lockdown adalah perbuatan ilegal.

“Kami tidak dipandu politik dalam hal ini. Kami dipandu sains, kami dipandu kolaborasi,” tegas Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti.

Pada Jumat 22 Mei 2020, Pemerintahan Trump menyatakan bakal membebaskan atlet profesional untuk bersaing di kompetisi olahraga seperti golf, tenis, dan basket.

“Pada saat ini, AS membutuhkan (kegiatan) olahraga mereka. Inilah saatnya untuk membuka kembali ekonomi, dan inilah saatnya kita mengizinkan atlet profesional kami untuk bekerja,” terang Chad Wolf, pejabat di Kementerian Keamanan Dalam Negeri saat mengumumkan perintah pembukaan lockdown tersebut.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Flu Babi Jenis Baru G4 Muncul di Tiongkok, Diduga Bisa Jadi Pandemi

Misteri di Lubang Hitam, Astronom Temukan Benda Usia 780 Juta Tahun Cahaya

Morgan Stanley Proyeksi Ekonomi Indonesia Tercepat Kedua Pulih Pasca Corona

WHO Laporkan Rekor Kenaikan Kasus Corona Tertinggi dalam Sehari

WHO Apresiasi Dexamethasone Guna Selamatkan Nyawa Penyintas Corona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar