Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Mendasar antara Jalangkote, Panada, dan Pastel

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Mendasar antara Jalangkote, Panada, dan Pastel
Pastel Lapis di Royal Bakery berisi suwiran ayam, wortel, kentang, laksa, dan telur. Sementara, Pastel Goreng berukuran lebih kecil dengan isian suwiran daging sapi, wortel, dan laksa. Pastel-pastel ini ditutup dengan bentuk menyerupai kerang, kemudian digoreng hingga renyah. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Belum lama ini, publik di Indonesia dikejutkan berita perundungan atau bullying terhadap seorang anak penjual Jalangkote di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Memang sangat disesalkan, karena perundungan yang mendestruksi mental dan meninggalkan trauma mendalam bagi penyintasnya, masih saja terjadi di Tanah Air.

Namun, saat ini kita tidak membahas persoalan perundungan tetapi penganan Jalangkote, seperti yang dijual bocah berinisial “RZ”, anak kecil penyintas bullying di Pangkep.

Sejatinya, Jalangkote adalah makanan ringan kuliner khas Makassar yang bentuknya serupa kue atau penganan jenis Pastel.

Bedanya, Pastel memiliki kulit yang lebih tebal dan berlapis ketimbang Jalangkote yang agak tipis

Baca juga:

“Bila Pastel diudap bersama cabai rawit, maka Jalangkote dimakan bersama sambal cair campuran cuka dan cabai merah. Jalangkote sendiri mengandung bahan seperti wortel dan kentang yang dipotong dadu, tauge, serta laksa yang ditumis menggunakan bawang putih, bawang merah, merica, dan bumbu-bumbu lainnya,” terang Manager Royal Bakery Anita Anny saat disambangi di Royal Bakery, Jalan Bundaran PU, Tuak Daun Merah, Kupang, Kamis 21 Mei 2020.

Beberapa versi Jalangkote yang dibuat pelaku usaha kuliner, sebut Anita, menambahkan seperempat atau setengah telur rebus dan daging cincang untuk isinya.

Kulit Jalangkote terbuat dari bahan dasar seperti tepung terigu, telur, santan, mentega, dan sedikit garam.

Sementara Panada, jelasnya, merupakan satu satu jenis penganan khas Manado yang populer selain Klappertaart.

Menurutnya, sejauh ini ada yang mengatakan Panada merupakan camilan yang dipengaruh kuliner Negeri Kincir Angin, Belanda.

“Ada pula yang mengklaim, Panada dipengaruh kuliner Portugis (Portugal) karena bentuknya yang mirip Pastel. Meski begitu, penganan ini lebih diyakini sebagai jenis kuliner pengaruh Spanyol karena sangat mirip dengan penganan bernama ‘Empanada’ di sana,” papar Anita.

Penganan yang disebut “Panada versi Spanyol” itu berupa Pastel yang diisi dengan ikan laut cakalang atau tuna yang diberi bumbu pampis.

Sekadar diketahui, bumbu pampis sendiri adalah ikan cakalang yang dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabai merah, dan daun bawang.

Sementara, ikannya disuwir kecil-kecil. Pembuatan Panada ini terdiri atas bahan dan isi, kemudian digoreng dalam minyak panas.

“Jalangkote, secara kasatmata memang juga menyerupai Pastel. Sejatinya, penganan ini sejenis Pastry yang dibuat dari tepung terigu. Bentuknya seperti kerang, dengan bagian dalamannya diberikan isian,” imbuh Anita yang lebih akrab disapa “Cik Anny” ini.

Ia menguraikan, ada dua jenis Pastel yang dijual pihaknya, yaitu Pastel Lapis serta Pastel Goreng.

“Pastel Lapis berisi suwiran ayam, wortel, kentang, laksa, dan telur. Sementara, Pastel Goreng berukuran lebih kecil dengan isian suwiran daging sapi, wortel, dan laksa. Pastel-pastel ini ditutup dengan bentuk menyerupai kerang, kemudian digoreng hingga renyah,” jelas Anita.

Ia mengungkapkan, semua penganan itu baik Jalangkote, Panada, maupun Pastel dijual pihaknya.

Namun, karena pengurangan stok lantaran minimnya pembelian selama masa pandemi virus corona di Kupang, maka Jalangkote dan Panada untuk sementara ditiadakan.

“Selama Ramadan tahun ini, dari ketiga jenis penganan yang ‘mirip-mirip’ itu, Royal Bakery hanya menjual Pastel karena dari semuanya harga bahan pembuatan Pastel lebih murah. Sehingga, Pastel bisa kami jual dengan harga lebih terjangkau di tengah kelesuan daya beli masyarakat,” ungkap Anita.

Terkait harga, ia menyebut Pastel Lapis pihaknya dibanderol Rp 5.500 per picis, sementara Pastel Goreng dibanderol Rp 4.500.

Komentar

Rekomendasi

Onde-onde, Penganan Tradisional yang Diklaim Sudah Populer pada Zaman Majapahit

Loco Rice, Kreasi Menu Hawaii yang Menggoda

Penganan Lalampa Paling Diburu saat Ramadan, Ini Keistimewaannya

Guna Gaet Konsumen di Alak Kupang, Superstore Ini Juga Buka Restoran

Jangan Khawatir, Libur Idul Fitri Bank BRI Tetap Beroperasi Terbatas

Yuk, Nikmati Menu Nusantara Gado-gado yang Populer di Kupang

Stimulus Kinerja Emiten, Kalbe Farma Siapkan Hedging 60 Juta Dolar AS

Ini Kecanggihan Lain BMW X6 Selain Grill Bisa Nyala

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar