Jangan Lupa Pakai Masker, Penularan Corona Diklaim Bisa Melambat 60 Persen

Jangan Lupa Pakai Masker, Penularan Corona Diklaim Bisa Melambat 60 Persen
Ahli Bedah di Brigham and Women?s Hospital di Boston dan Profesor di Harvard University Amerika Serikat (AS), Dr Atul Gawande mengatakan setiap orang harus bertanggung jawab serius dengan mengenakan masker. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Seperti dilansir Organisasi Kesehatan Dunia atau Word Health Organization (WHO) belum lama ini, hingga saat belum ada vaksin untuk mengobati pasien yang terpapar novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Kendati demikian, guna menekan penyebaran virus yang diklaim sebelumnya berinang pada tubuh kelelawar, Ahli Bedah di Brigham and Women’s Hospital di Boston dan Profesor di Harvard University Amerika Serikat (AS), Dr Atul Gawande mengatakan setiap orang harus bertanggung jawab serius dengan mengenakan masker.

“Jika 60 persen saja orang taat memakai masker, maka kita bisa memperlambat penyebaran virus hingga 60 persen,” ujar Gawande, seperti dilansir CNBC Internasional, Selasa 19 Mei 2020.

Ia mengungkapkan, masker kain berlapis ganda setidaknya efektif untuk memblokir tetesan pernapasan atau droplet seseorang, yang merupakan cara virus menular.

“Kita sadari, memang ada orang yang malas memakai masker seperti mereka yang tidak mau diimunisasi, tetapi tetap harus didorong jika kita ingin kondisi menjadi lebih baik,” imbuh Gawande.

Pusat Pengendalian Penyakit di AS sendiri mulai merekomendasikan agar setiap orang wajib memakai masker pada awal April 2020. Ini disertai imbauan pembatasan jarak sosial atau physical distancing.

Untuk itu, Gawande mengatakan menggunakan masker akan menjadi budaya yang harus terus disosialisasikan, sama halnya mencuci tangan yang harus menjadi prioritas utama sebelum beraktivitas.

Kendati demikian, akunya, tantangan untuk budaya tersebut terutama di AS, adalah mengadu wacana keselamatan dengan kebebasan. Menurutnya, warga banyak yang gambling terhadap keselamatan mereka sendiri dengan tidak mengindahkan imbauan penggunaan masker.

“Pilihannya, tentu ada di tangan Anda, ingin bebas sendiri atau kita sama-sama jaga diri agar aman,” beber Gawande.

Ia menambahkan, ia pribadi selama ini terkesan dengan jumlah orang yang memakai masker di publik.

“Bagi mereka yang masih bandel belum mau memakai masker, tentu akan menerima konsekuensi tersendiri. Ini cukup dipantau jika terjadi ledakan infeksi nantinya,” papar Gawande.

Ia mengatakan, apakah mereka yang bandel mau berubah atau tidak. Pasalnya, menggunakan masker adalah tentang kebersamaan.

“Coba tebak, apa mereka mau berubah? Ini tentang kita sama-sama mau belajar (berubah), bukan tentang waspada satu sama lain. Kita harus memiliki kesadaran secara aktif untuk tidak saling menulari,” tutup Gawande.

Sekadar diketahui, meskipun disebut kurang efektif ketimbang jenis masker lain, terutama masker bedah, bukan berarti masker kain tidak layak digunakan sama sekali. Sebelumnya, lantaran keterbatasan jumlah masker bedah yang ideal untuk mencegah virus corona, masker kain juga dapat dijadikan pilihan terakhir untuk melindungi seseorang dari penularan Covid-19.

Hal tersebut dianggap lebih baik ketimbang tidak mengenakan masker sama sekali, terutama ketika batuk dan bersin atau ketika berdekatan dengan orang lain yang mungkin sudah terinfeksi virus corona.

Supaya masker kain tetap aman dan efektif digunakan, seseorang bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

Pertama, pilih masker yang sesuai dengan ukuran wajah dan dapat menutup mulut, hidung, dan dagu. Kedua, cuci tangan sebelum mengenakan masker lalu kenakan masker pada wajah dan selipkan talinya di belakang telinga atau ikat tali masker di belakang kepala dengan erat agar masker tidak longgar.

Ketiga, saat masker kain digunakan hindari menyentuh masker. Jika ingin memperbaiki posisi masker yang berubah atau longgar, cuci tangan terlebih dulu sebelum menyentuh masker kain yang tengah digunakan.

Selanjutnya, setelah selesai digunakan lepaskan masker dengan cara membuka tali pengikat masker di belakang kepala lalu cuci masker kain dengan air panas dan sabun cuci. Kemudian, segera ganti masker kain apabila sudah sobek atau rusak.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Sosialisasi Esensialitas Vaksin Guna Tepis Skeptisme Terhadap Program Vaksinasi

Upaya Mereduksi Skeptisme Terkait Vaksin, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Ini Fakta Pemerintah Siap Distribusikan Vaksin hingga ke Pelosok Negeri

Pakar Gizi Anjurkan Konsumsi Vitamin C Selama Pandemi, Ini Alasannya

Erick Thohir: Vaksinasi Mandiri Penting untuk Bantu Pemerintah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar