Fadli Zon Prihatin, Bilang Tenaga Medis Seperti Ditembak Kawan Sendiri

Tambah 2 Kasus Positif dari Rote Ndao, Pasien Corona NTT Jadi 18 Orang
Ilustrasi tenaga medis di Kupang. Pasien reaktif atau positif novel coronavirus disease (Covid-19) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam sepekan ini terus bertambah. Berdasarkan hasil pemeriksaan swab di RSUD Prof WZ Johannes Kupang, sebanyak lima pasien dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Menyoal kebijakan pembatasan terkait virus corona yang mulai terlihat dilonggarkan Pemerintah, Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, ia merasa prihatin terhadap kondisi tenaga medis yang saat ini masih berjuang di garda terdepan dalam melawan Covid-19.

Fadli mengatakan, kondisi saat ini seperti peperangan dengan tenaga medis sebagai pasukannya. Sayangnya, dalam kondisi yang genting seperti sekarang, mereka justru tidak mendapat perlindungan. Ia mengibaratkan jika situasi saat ini, tenaga medis justru seperti ditembaki kawan-kawan sendiri dari belakang.

“Kalau ini ibarat sebuah peperangan, tenaga medis itu seperti berada di front terdepan. Pasukan di belakangnya malah menembaki teman sendiri pasukan terdepan,” demikian tulis Fadli Zon via akun Twitter-nya @fadlizon, seperti dilansir Suara.com, afiliasi jaringan Kupang.Terkini.id, Senin 18 Mei 2020.

Cuitan Fadli tersebut merespons perkataan Bambang Widjojanto, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga mengungkapkan keprihatinannya kepada tenaga medis.

Sebelumnya, Bambang sendiri mengaku sedih dengan situasi yang saat ini tengah mendera para tenaga medis. Ia menilai pemerintah telah membuat kebijakan yang merugikan tenaga medis, sehingga mereka seperti ditonjok penguasa.

Baca juga:

“Turut sedih, prihatin atas (ekspresi) kesal dan muak yang diperlihatkan tenaga medis. Mereka seolah ditonjok dengan kebijakan tak senonoh sebagian penguasa yang melecehkan upaya luar biasa melawan Covid-19,” tulis Bambang via akun Twitter-nya @sosmedbw.

Atas hal yang dianggap rancu tersebut, Bambang selanjutnya mengirimkan semangat kepada para tenaga medis yang saat ini tengah bertugas. ia menitipkan pesan agar mereka tidak menyerah.

“Tetap semangat tenaga medisku. Melawan kedunguan dan kebijakan suka-suka adalah perlawanan sepanjang kehidupan,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa hari terakhir sebagian tenaga medis melayangkan aksi protes dengan mengunggah foto mereka dengan secarik kertas bertuliskan “Indonesia Terserah”. Selain itu, tidak kurang cuitan bertagar #IndonesiaTerserah membanjiri media sosia (medsos). Hal ini dilakukan guna merespons kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang baru-baru ini membuka kembali moda tranportasi.

Akibatnya, beberapa hari setelah peraturan disahkan pada 7 Mei 2020, Bandara Soekarno-Hatta sempat dikabarkan penuh sesak dengan kerumunan orang yang hendak bepergian. Hal itu membuat sebagian warga merasa marah dan kecewa.

Komentar

Rekomendasi

Pendiri Twitter Jack Dorsey Akan Sumbangkan Semua Kekayaannya, Ini Alasannya

Pemerintah: Idul Fitri Jatuh pada Minggu 24 Mei

Wacana Peleburan Kelas BPJS Kesehatan, Ini Kata Kemenkeu

Member Secret Number Dita Karang, WNI Pertama Tembus Girlband Korea

Jangan Hanya Suka Selfie, Saatnya Jadi Fotografer Profesional

Sepele Tetapi Penting, Berikut Tips Diet Sehat Anti Galau

Terkait Aturan Larangan Mudik Lebaran, Pengamat Kebijakan Publik Ini Bilang Begini

3 Kasus Baru dari Transmisi Lokal, Pasien Positif Corona NTT Tembus 76 Orang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar