Asyik, Pemerintah Perpanjang Listrik Gratis Sampai September

Alirkan Listrik ke 433 Desa, PLN Terima Injeksi PMN Rp 5 Triliun
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang dipastikan bakal menerima injeksi PMN sebesar Rp 5 triliun dari Pemerintah. Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Abumanan menjelaskan, penyertaan pagu tersebut bakal dialokasikan untuk penugasan kelistrikan yang diemban PLN. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk golongan 450 VA dan 900 VA, patut mengapresiasi kebijakan Pemerintah terkait aliran listrik yang dapat dinikmati di rumah. Pasalnya, Pemerintah bakal memperpanjang subsidi listrik dari yang semula tiga bulan menjadi enam bulan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan virtualnya kepada wartawan di Tanah Air, Senin 18 Maret 2020, mengatakan kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah untuk menjaga konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut ia merincikan, untuk subsidi tarif sebesar 50 persen diberikan kepada 7,2 juta pelanggan rumah tangga dengan golongan 900 VA.

“Sebelumnya, subsidi tiga bulan hingga Juni 2020, sekarang diperpanjang hingga September 2020,” paparnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya kebijakan subsidi tarif listrik tersebut digulirkan Pemerintah menyusul ditetapkannya status darurat kesehatan masyarakat Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Baca juga:

Sri Mulyani menambahkan, anggaran yang dikeluarkan Pemerintah untuk subsidi listrik otomatis bertambah Rp 6,9 triliun menjadi Rp 61,69 triliun.

“Selain perpanjangan subsidi listrik, kebijakan lain yang diambil Pemerintah untuk menjaga konsumsi adalah menambah waktu pemberian bantuan sosial (bansos) tunai atau bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa dari tiga bulan menjadi enam bulan, yaitu hingga September 2020,” jelasnya.

Meskipun begitu, sebut Sri Mulyani, nominal bantuan tambahan dipangkas Pemerintah dari Rp 600 ribu per bulan pada April-Juni 2020, menjadi Rp 300 ribu pada Juli-September 2020.

“Perpanjangan masa bantuan juga dilakukan terhadap bansos tunai non-Jabodetabek dan bansos sembako Jabodetabek, yaitu dari tiga bulan menjadi sembilan bulan atau hingga April 2020 hingga Desember 2020,” ungkapnya.

Pada April 2020 hingga Juni 2020, sambung Sri Mulyani, penerima bansos mendapatkan bantuan sejumlah Rp 600 ribu per bulan. Sementara itu, pada periode Juli 2020 hingga Desember 2020 sejumlah Rp 300 ribu per bulan.

“Ini semua merupakan upaya untuk mengurangi dampak virus corona terhadap sisi konsumsi, yaitu memberikan bantuan masyarakat agar bisa menjaga konsumsi pada level basic needs,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Pendiri Twitter Jack Dorsey Akan Sumbangkan Semua Kekayaannya, Ini Alasannya

Pemerintah: Idul Fitri Jatuh pada Minggu 24 Mei

Wacana Peleburan Kelas BPJS Kesehatan, Ini Kata Kemenkeu

Member Secret Number Dita Karang, WNI Pertama Tembus Girlband Korea

Jangan Hanya Suka Selfie, Saatnya Jadi Fotografer Profesional

Penerbangan Baru New Normal, Ini yang Diterapkan Angkasa Pura II

Sepele Tetapi Penting, Berikut Tips Diet Sehat Anti Galau

3 Kasus Baru dari Transmisi Lokal, Pasien Positif Corona NTT Tembus 76 Orang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar