Tambah 12 Kasus Baru, Positif Corona NTT Tembus 59 Orang

Terkini.id, Kupang – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengumumkan penambahan kasus baru orang yang reaktif atau positif Covid-19 di Tanah Flobamora, sebutan untuk NTT.

Dalam jumpa pers terkait aktualisasi data pasien yang terpapar virus corona di Media Center Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kupang, Sabtu 16 Mei 2020 siang, Sekretaris Satu Gugus Tugas Covid-19 NTT Dominikus Minggu Mere mengatakan, kasus positif Covid-19 di NTT kini menembus angka 59. Penambahan kasus yang cukup signifikan itu terjadi setelah hasil laboratorium menyatakan 12 sampel swab terkonfirmasi positif.

“Hasil pemeriksaan swab terhadap 46 sampel yang dikeluarkan Laboratorium Biomolekular RSUD Prof WZ Johannes Kupang, diketahui ada penambangan 12 kasus positif Covid-19 terkonfirmasi,” ungkap Dominikus, yang tampak didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jelamu Ardu Marius.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Ia menambahkan, 12 kasus baru tersebut terdiri dari sembilan kasus di Kabupaten Sikka yang berasal dari kluster KM Lambelu, dua kasus di Kabupaten Sumba Timur yang berasal dari kluster STT Jakarta, dan satu kasus di Kota Kupang yang berasal dari kluster Sukabumi.

“Dengan penambahan 12 kasus positif Covid-19 yang baru, maka NTT hingga saat ini ada 59 kasus positif Covid-19 dari sebelumnya 47,” beber Dominikus.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Kepala Dinas Kesehatan NTT itu mengatakan, saat ini Kabupaten Sikka menjadi wilayah yang menyumbang kasus positif terbanyak dengan 21 kasus dan semuanya berasal dari kluster KM Lambelu.

Rincian sebaran kasus, ulas Dominikus, di antaranya 21 kasus di Kabupaten Sikka, 15 kasus di Kota Kupang, 12 kasus di Kabupaten Manggarai Barat, empat kasus di Kabupaten Sumba Timur, dua Kasus di Kabupaten Rote Ndao, dua kasus di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), serta masing-masing satu kasus di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo.

Dominikus menjelaskan, dengan semakin bertambahnya kasus baru maka diperlukan upaya yang lebih serius untuk mencegah dan menangani penyebarannya.

Baca Juga: Kabar Baik, 26 Kelurahan di Kota Kupang Tak Ditemukan Kasus...

“Upaya-upaya pencegahan terkoordinasi yang telah dilaksanakan di beberapa wilayah kabupaten harus terus dilaksanakan. Tentu upaya itu harus terus dilakukan dan tidak boleh kendor,” pesannya.

Dominikus juga meminta masyarakat untuk mengintensifkan karantina mandiri. Selain itu, menjaga protokol kesehatan dengan meniadakan kerumunan massa maupun interaksi masyarakat dalam jumlah banyak.

Ia juga mengimbau, warga lebih fokus terhadap kelompok rentan memiliki penyakit bawaan tertentu, orang berusia lanjut, dan bayi juga harus ditingkatkan.

“Untuk kelompok rentan yang memiliki penyakit degeneratif tertentu, apabila terpapar maka tingkat keparahan akan lebih tinggi. Masyarakat juga perlu memperhatikan kelompok rentan lain, seperti orang usia lanjut, bayi juga kelompok sosial lainnya sehingga interaksi antarorang perlu dibatasi,” kata Dominikus.

Kendati demikian, di tengah penambahan kasus positif kabar baik datang dari RS Bhayangkara Titus Uly Kupang. Pasalnya, empat pasien positif dinyatakan sembuh. Sehingga, total pasien yang sembuh dalam perawatan di RS Bhayangkara Titus Uly Kupang menjadi lima orang. Sementara, akumulasi pasien sembuh untuk wilayah NTT menjadi enam orang.

Bagikan