WHO Bilang Corona Ancam Kesehatan Mental

Mortalitas Corona, WHO Bilang Virus Ini Mungkin Tak Akan Punah dari Bumi
World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), memperingatkan kepada publik dunia terkait mortalitas virus SARS-CoV-2 dari keluarga novel coronavirus disease 2019 (Covid-19). (Ist)

Terkini.id, Kupang – Penularan novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) di dunia masih sangat ekspansif. Seperti dilansir Wordometer.info, situs sahih terkait data penyintas virus corona, per Jumat 15 Mei 2020, virus yang diklaim berasal dari Wuhan Tiongkok itu telah menginfeksi 4.524.473 orang, 303.341 meninggal dunia, dan 1.703.638 sembuh.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melihat potensi kemunculan penyakit baru akibat pandemi Covid-19 akan menjangkiti penduduk di berbagai negara.

Penyakit yang dimaksud lembaga kesehatan yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ini adalah krisis mental. Menurut WHO, krisis mental itu datang seiring jutaan penyintas yang meninggal dunia dan masih dibayang-bayangi kematian yang masih terus berlanjut akibat virus corona.

Salah satu kebijakan penanganan Covid-19, yaitu karantina atau isolasi juga menjadi penyebab tingkat stres yang semakin tinggi. Ekonomi yang bergerak pasif juga ditengarai menjadi salah satu penyebab sakit mental yang bakal melanda penduduk di berbagai belahan dunia.

“Seluruh dunia dikelilingi kematian dan penyakit menular. Hal itu diperparah dengan masyarakat dunia yang dipaksa untuk melakukan isolasi, kemiskinan dan kegelisahan akibat pandemi Covid-19,” terang Direktur Departemen Kesehatan Mental WHO, Devora Kestel seperti dilansir dari Reuters, Kamis 14 Mei 2020.

Menurutnya, isolasi, ketakutan, ketidakpastian, dan kekacauan ekonomi, menyebabkan tekanan psikologis.

Kestel menambahkan, berdasarkan laporan PBB dan pedoman kebijakan terkait Covid-19 serta kesehatan mental, ia mengatakan peningkatan jumlah dan tingkat keparahan penyakit mental mungkin terjadi. Untuk itu, ia mengimbau Pemerintah harus menempatkan masalah tersebut di garis terdepan sebagai jawaban dari respons mereka.

“Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh masyarakat sangat dipengaruhi krisis ini. Sehingga, kasus itu merupakan prioritas yang harus segera diatasi,” imbuhnya.

Laporan dari WHO itu sendiri menyoroti beberapa wilayah dan bagian masyarakat yang rentan terhadap tekanan mental, termasuk anak-anak dan remaja yang terisolasi dari teman dan sekolah.

Selain itu, tekanan psikis juga dialami para tenaga medis atau petugas layanan kesehatan yang melihat ribuan pasien terinfeksi dan meninggal akibat virus corona.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Upaya Survival Pengusaha Horeka di Tengah Badai Pandemi

Terbukti, Program Imunisasi di Indonesia Berhasil Cegah Penyakit Menular

Vaksinasi Covid-19, Optimistis dan Harapan Baru di Tengah Pandemi

Pastikan Keamanan, Pembuatan Vaksin Diawasi Secara Ketat

Mundur Januari 2021, BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Tertunda

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar