Mortalitas Corona, WHO Bilang Virus Ini Mungkin Tak Akan Punah dari Bumi

Mortalitas Corona, WHO Bilang Virus Ini Mungkin Tak Akan Punah dari Bumi
World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), memperingatkan kepada publik dunia terkait mortalitas virus SARS-CoV-2 dari keluarga novel coronavirus disease 2019 (Covid-19). (Ist)

Terkini.id, Kupang – World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), memperingatkan kepada publik dunia terkait mortalitas virus SARS-CoV-2 dari keluarga novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Covid-19 yang saat ini telah menajadi pandemik, sebut WHO suatu saat akan hadir kembali dan menjadi endemi di dunia. Sekadar diketahui, endemi adalah penyakit yang muncul dalam wilayah tertentu. Sebuah penyakit akan selalu ada di daerah tersebut dengan skala rendah.

Endemi tersebut dicontohkan WHO seperi virus HIV, DBD, kaki gajah, kusta, malaria, dan hepatitis. Sehingga, jika pandemi mengarah ke aspek yang sangat global misalnya menyerang berbagai benua, endemi diartikan hanya menyerang wilayah tertentu.

“Penting diperhatikan, virus ini mungkin akan menjadi virus endemi di suatu komunal negara. Virus ini mungkin tidak akan pernah hilang,” ungkap Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan kepada wartawan di Jenewa, Swiss, Rabu 13 Mei 2020, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 14 Mei 2020.

Menurutnya, publik dan pemangku kepentingan terkait kesehatan perlu realistis. Pasalnya, sebut Ryan, tidak ada siapapun yang dapat memprediksi kapan penyakit tersebut hilang.

“Saya pikir, tidak ada prediksi (dari otoritas kesehatan) untuk menentukan kapan virus ini hilang. Sehingga, tidak ada tanggal dan waktu yang bisa ditentukan kapan virus hilang. Penyakit Covid-19 ini bisa menjadi masalah yang lama, atau mungkin juga tidak,” beber Ryan.

Kendati demikian, ia mengatakan dunia memiliki kendali untuk mengatasi penyakit itu. Meskipun hal tersebut membutuhkan upaya serius bahkan jika vaksin dapat ditemukan kelak.

Ryan menekankan, saat ini dunia sangat membutuhkan kontrol yang sangat signifikan atas virus tersebut. Ini guna menurunkan angka terjangkit di tingkat nasional, regional, dan global.

Selain itu, Pemerintah diimbau ekstra hati-hati saat membuka atau menggerakkan kembali perekonomian ketika angka terjangkit virus masih tinggi di daerah mereka.

Seperti diketahui, per Kamis 14 Mei 2020, Worldometers melansir sudah ada 4.424.195 kasus terjangkit secara global. Sementara, kasus kematian terdapat 297.695 dan sebanyak 1.654.929 pasien berhasil sembuh.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Upaya Survival Pengusaha Horeka di Tengah Badai Pandemi

Terbukti, Program Imunisasi di Indonesia Berhasil Cegah Penyakit Menular

Vaksinasi Covid-19, Optimistis dan Harapan Baru di Tengah Pandemi

Pastikan Keamanan, Pembuatan Vaksin Diawasi Secara Ketat

Mundur Januari 2021, BPOM Pastikan Vaksin Covid-19 Tertunda

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar