Rambut ala Corona Viral, Kini Jadi Tren Disukai Anak-anak dan Remaja

Rambut ala Corona Viral, Kini Jadi Tren Disukai Anak-anak dan Remaja
Jika sebelumnya warga dunia dihebohkan dengan adanya tampilan burger, helm, hingga topeng bertema virus corona, kali ini kembali viral model rambut berbentuk virus corona. (Ist)

Terkini.id, Kupang – Jika sebelumnya warga dunia dihebohkan dengan adanya tampilan burger, helm, hingga topeng bertema virus corona, kali ini kembali viral model rambut berbentuk virus corona. Tidak salah, model rambut ala corona ini memang tengah trending, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja di Kenya.

Sudah sekitar lima bulan masyarakat dunia dijejali informasi terkait virus berakronim novel coronavirus disease 2019 (Covid-19). Banyak hal maupun tren kini dikaitkan dengan virus corona jenis baru tersebut.

Seperti diwartakan Suara.com, afiliasi jaringan Kupang.Terkini.id yang dikutip dari laman Odditycentral, Selasa 12 Mei 2020, model rambut tersebut viral setelah diklaim hadir di sebuah perkampungan Kiberia, Kenya.

Model berbentuk virus corona dengan duri-duri khasnya itu, dibuat penata rambut di kampung tersebut dengan modal seadanya dan dalam keadaan yang serba sulit.

Model rambut itu, menjadi cara para penata rambut agar bisa bertahan dengan jumlah pelanggan yang semakin sedikit. Kreativitas dari ide rambut ala corona merupakan solusi mencari nafkah yang seret di tengah pandemik seperti saat ini.

Beberapa penata rambut di sana mengungkapkan, sejatinya model rambut yang disebut-sebut mirip wujud asli virus corona jika diintip dari mikroskop tersebut, bukanlah gaya rambut yang sedang populer. Ini jika mengingat ongkos potong rambut gaya tersebut yang hanya dibanderol satu dolar AS atau setara Rp 16 ribu. Kendati demikian, gaya “murah meriah” ini bisa menjadi pilihan bagi para pelanggan yang sedang kekurangan uang.

“Gaya rambut ini jauh lebih terjangkau bagi orang-orang seperti saya, yang tidak mampu membayar untuk gaya rambut yang lebih mahal. Namun, meskipun murah tetapi kami juga ingin anak-anak tampil dengan stylish,” ungkap seorang ibu di Kiberia.

Untuk membuat model ini, penata rambut akan membagi rambut pelanggan jadi ikatan kepang berjumlah belasan. Selanjutnya, kuciran itu akan diputar dan diikat dengan benang hitam tebal menyerupai rambut, bukan menggunakan karet seperti lazimnya.

Sekadar diketahui, model rambut lain yang lebih populer di Kiberia dibanderol tiga dolar AS hingga lima dolar AS atau setara Rp 48 ribu hingga Rp 80 ribu. Selain lebih murah, model rambut ala corona itu bisa menyadarkan orang tentang bahaya virus Covid-19.

“Beberapa orang dewasa tidak percaya virus corona itu nyata (berbahaya). Tetapi (sebaliknya), kebanyakan anak-anak tampak bersemangat membersihkan tangan dan memakai masker. Banyak orang dewasa justru tidak melakukannya. Itulah sebabnya kami menemukan gaya rambut corona (untuk mengingatkan mereka),” kata Sharon Refa, salah seorang penata rambut.

Seperti diketahui, di Kenya gaya rambut seperti itu pada dasarnya sudah ada jauh sebelum mewabahnya virus corona. Rambut dengan banyak kepangan itu juga lebih dulu hadir diperkenalkan warga Brasil dan Tiongkok selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, model itu sudah dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Namun uniknya, pandemi virus corona membawa kembali model rambut itu menjdi tren dan kini disukai anak-anak dan remaja.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Unik, Asal Usul Kue Ini Masih Diklaim Dua Daerah di Indonesia

Sadis, Ada Paru Bengis dan Empal Jahanam di Resto Kupang Ini

Ini Sejarah Kue Putu Ayu yang Populer di Asia Tenggara

Batagor, Makanan Rakyat yang Tercipta dari Ketidaksengajaan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar