Kolaps, Mazda Cari Pinjaman Rp 41 Triliun Guna Survival Hadapi Corona

Terkini.id, Tokyo – Kondisi produsen otomotif raksasa, Mazda Motor sedang tidak sehat dan tidak kunjung membaik, terutama saat mewabahnya novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Pasalnya, Nikkei melaporkan pada akhir pekan lalu, Mazda ditengarai meminta pinjaman dana 300 miliar yen atau sekitar Rp 41,8 trilun dari tiga bank besar di Jepang dan lembaga keuangan lainnya guna survival menghadapi badai krisis.

Seperti diketahui, bisnis Mazda tidak berjalan sebagaimana mestinya lantaran pandemi virus corona menghantam penjualan mobil hingga menukik tajam. Situasi itu, sebut Nikkei, semakin menyulitkan karena pabrik mereka di Jepang dan Amerika Serikat (AS) terpaksa harus ditutup.

Baca Juga: Gaikindo Minta Pemerintah Hapus 50 Persen Pajak Kendaraan Bermotor

Kondisi di pengujung kolaps itu, semakin membebani Mazda yang sejatinya telah memasuki fase bearish akibat melemahnya penjualan sebelum pandemik. Mazda juga dialang arus kas dan aliran dana yang negatif. Karenanya, pinjaman dana segar diharapkan dapat membangun kembali kondisi keuangan mereka.

Adapun tiga bank yang dimintai utang adalah MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking, dan Mizuho Bank. Selain itu, Mazda juga meminta bantuan finansial kepada Development Bank of Japan yang merupakan bank pelat merah Negeri Sakura, dan Sumitomo Mitsui Trust Bank.

Baca Juga: Ini Kecanggihan Lain BMW X6 Selain Grill Bisa Nyala

Sekadar diketahui, pada Desember 2019 Mazda memiliki 500 miliar yen dan sekitar 63 miliar yen sekuritas. Sebelumnya, Mazda juga sudah mendapatkan arus kas kredit sekitar 200 miliar yen dari Sumitomo Mitsui Banking dan lembaga keuangan lainnya.

Kendati begitu, arus kas bebas periode April-Desember 2019 tercatat negatif 130 miliar yen. Pinjaman modal baru dari beberapa korporasi, dikabarkan bakal membantu Mazda menghadapi dampak Covid-19 yang terus berlarut.

Penjualan mobil Mazda sendiri pada Februari 2020 jatuh 14 persen ketimbang bulan yang sama tahun lalu. Selanjutnya, pada Maret 2020 performa mereka kembali terkontraksi sehingga turun sebesar 33 persen.

Baca Juga: Bank Panin Bukukan Laba Bersih Rp 731 Miliar di Kuartal...

Sebenarnya, Mazda bukan satu-satunya produsen otomotif yang meminta bantuan keuangan. Toyota telah meminta pinjaman satu triliun yen, sementara Nissan berharap pagu kredit 500 miliar yen. Di AS, produsen otomotif lengendaris General Motors meminjam 16 miliar dolar AS dan Ford 15,4 miliar dolar AS.

Bagikan