Bearish, IHSG Turun 1,09 Persen ke Posisi 4.588 pada Penutupan Selasa 2 Mei

Bearish, IHSG Turun 1,09 Persen ke Posisi 4.588 pada Penutupan Selasa 2 Mei
Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), terus bergerak di zona merah hingga perdagangan ditutup pada Selasa 12 Mei 2020 sore. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), terus bergerak di zona merah hingga perdagangan ditutup pada Selasa 12 Mei 2020 sore.

Kontraksi dengan angka penurunan lebih satu persen tersebut, membuat IHSG dalam fase bearish atau melemah 50,37 poin atau 1,09 persen ke 4.588,73.

Dari 10 indeks sektoral di BEI, tujuh di antaranya berstatus negatif. Di antaranya adalah emiten sektor perdagangan yang terkontraksi minus 0,54 persen, konstruksi minus 0,60 persen, tambang minus 1,32 persen, aneka industri minus 1,80 persen, infrastruktur minus 2,00 persen, pertanian minus 2,10 persen, dan keuangan minus 2,33 persen.

Sementara itu, tiga indeks sektoral yang positif atau naik adalah sektor industri dasar sebesar 0,62 persen, barang konsumsi 0,53 persen, dan manufaktur 0,27 persen.

Adapun total volume transaksi bursa mencapai 6,78 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 6,95 triliun. Penurunan harga terjadi pada 281 saham. Hanya 111 saham yang diklaim resistan menguat dan 137 saham lainnya flat atau datar.

BEI mencatat, top losers LQ45 terdiri dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang terkontraksi minus 6,02 persen, PT PP Tbk (PTPP) minus 5,84 persen, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) minus 5,20 persen.

Sementara, posisi top gainers LQ45 pada perdagangan Selasa 12 Mei 2020 adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik sebesar 3,28 persen, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 3,11 persen, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) 2,43 persen.

Investor asing sepanjang perdagangan mencatat net sell atau penjualan bersih Rp 1,04 triliun di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 457,27 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 175,73 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 139,39 miiliar.

BEI melansir, saham-saham yang masih mencatat pembelian bersih terbesar asing adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 36,1 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 24 miliar, dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 17,8 miliar.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Bank Indonesia Umumkan Penjualan Eceran April Turun 16,9 Persen

Layanan Remitansi Asal Indonesia Ini Ekspansi ke Eropa

Bos Sanrio Pencipta Hello Kitty Mundur, Wariskan Jabatan ke Cucunya

Saatnya Bersih-bersih Saham di Pasar Modal, Ini Alasannya

20 Persen Kredit Produktif BPR Berpotensi Terdampak Corona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar