Restoran di Kupang Ini Sulap Kangkung Jadi Menu Elite

Restoran di Kupang Ini Sulap Kangkung Jadi Menu Elite
Kangkung atau dalam bahasa ilmiahnya, Ipomoea aquatica Forsk merupakan tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran. Tumbuhan ini lazim ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar tradisional, bahkan di pasar modern atau swalayan. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Masih ingat dengan syair lagu ini, Lenggang-lenggang kangkung, kangkung di pinggir kali, Abang pulang merantau dapat uang satu keranjang.

Bila Anda masih ingat lagu rakyat lawas di era 1970-1980-an ini, tentu akrab dengan salah satu kata atau larik yang berulang-ulang menyebut “kangkung”.

Lagu tradisional “Lenggang Kangkung” ini sendiri merupakan lagu rakyat bernada riang. Banyak versi sebenarnya, dalam arti diklaim beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang masuk dalam entitas Melayu.

Tetapi kita kesampingkan dulu terkait riwayat lagu itu. Sebab, yang akan kita bahas adalah kangkung yang notabene dikenal sebagai makanan kampung.

Kata kangkung yang termaktub dalam lagu tadi, menunjukkan betapa sayuran ini sudah demikian merakyat, sehingga tidak dapat dipisahkan lagi dari rakyat jelata, khususnya di negara-negara Asia Tenggara.

Terkait kangkung, salah satu resto dan kafe representatif di Kupang, Waroenk Resto and Cafe tidak ketinggalan mengangkat sayuran ini sebagai salah satu menu camilan andalan.

“Kenapa harus kangkung, karena sayuran ini sudah sangat digemari masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kupang. Bila penikmat kuliner sudah bosan makan jenis racikan kangkung seperti Cah Kangkung dan Plecing Kangkung, maka kami menawarkan jenis racikan lain, yaitu Kangkung Crispy,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Group, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin 11 Mei 2020.

Menurutnya, selain menawarkan racikan kangkung secara unik, apa yang ditawarkan pihaknya juga sebagai upaya menaikkan strata kangkung yang dianggap makanan “ndeso”.

“Saat ini, dengan hadirnya olahan kangkung kami, Kangkung Crispy, diharapkan menu ini bisa naik kelas dan masuk resto elite. Kami ingin menu Nusantara mendunia, caranya tentu meraciknya dengan unik dan berbeda,” imbuh Merlin.

Tidak hanya itu, sebut Merlin, pihaknya juga tetap berkomitmen menawarkan makanan berkelas dengan harga miring, sehingga harga Kangkung Crispy khususnya dan menu lain pada umumnya tetap dibanderol terjangkau.

“Harga seporsi Kangkung Crispy hanya Rp 15ribu. Sangat terjangkau dengan tidak menafikan cita rasa lezat seperti menu-menu kami sebelumnya,” ujarnya.

Salah satu sensasi kelezatan Kangkung Crispy, sebut Merlin, tidak lepas dari penggunaan bahan-bahan yang berkualitas seperti tepung, minyak, dan bumbu-bumbu lainnya.

Selain itu, Kangkung Crispy Waroenk juga menggunakan saus mayonais sehingga berbeda dibandingkan racikan kangkung pada lazimnya.

“Ini dapat dirasakan pelanggan yang sudah merasakan Kangkung Crispy, yang garing dan gurih dengan sensasi ‘kriuk-kriuk’-nya,” bebernya.

Sekadar diketahui, kangkung atau dalam bahasa ilmiahnya, Ipomoea aquatica Forsk merupakan tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran. Tumbuhan ini lazim ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar tradisional, bahkan di pasar modern atau swalayan.

Kangkung banyak terdapat di negara Asia, merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai di mana-mana, terutama di kawasan berair.

Masakan kangkung yang populer adalah Cah Kangkung (bumbu tauco atau terasi), juga jenis olahan kangkung yang banyak dijual di warung-warung seperti Plecing Kangkung yang ditumis bersama cabai (lombok).

Sejatinya, ada dua bentuk kangkung yang dijual di pasaran. Pertama, kangkung berdaun licin dan berbentuk mata panah sepanjang 10-15 sentimeter. Tumbuhan ini memiliki batang berongga yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun.

Tumbuhan ini juga bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, dengan kantung yang mengandung empat biji benih. Sementara, jenis tumbuhan kangkung kedua adalah dengan daun sempit memanjang, biasanya tersusun menyirip tiga.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Unik, Asal Usul Kue Ini Masih Diklaim Dua Daerah di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar