Kolaps Terdampak Corona, Bisnis Hotel Diproyeksi Baru Pulih 2023

Terkini.id, Jakarta – Mewabahnya novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) di berbagai negara dunia, memukul beragam sektor usaha, termasuk bisnis perhotelan di Tanah Air. Selain bisnis hotel, penerbangan juga termasuk sektor yang paling duluan terkena dampak pandemi virus corona.

Kendati paling duluan terdampak, namun pemulihan sektor ini, khususnya hotel diproyeksi butuh waktu yang lama untuk recovery atau berjalan normal. Sekadar diketahui, sejak virus yang diklaim berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok itu, paling tidak sudah memaksa sekitar 2.000 hotel tutup. Diproyeksi pula, jumlahnya terus akan bertambah.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pariwisata, Kosmian Pudjiadi memprediksi industri perhotelan baru bisa kembali normal di 2023.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

“Di 2020 ini kita sebut tahun penyelamatan. Tahun depan 2021, juga masih belum bisa apa-apa, karena orang masih tidak punya uang. Untuk fully recovery diprediksi 2023,” imbuhnya kepada wartawan, seperti dilansir CNBC, Senin 3 Mei 2020.

Kosmian menambahkan, perlu ada langkah cepat dari Pemerintah agar pelaku usaha yang saat ini masih bertahan, untuk tetap bisa hidup atau terhindar dari kolaps.

Baca Juga: Pakai Masker Harga Mati! Ini Alasan Pemda Luar Jawa-Bali Harus...

“Semua adalah UUD, ujung-ujungnya uang. Kalau Pemerintah tidak menyuntikkan dana, semua akan kolaps. Kami mengusulkan Rp 1.600 triliun, terutama ke perbankan supaya bank bisa menyalurkan biaya relaksasi dan working capital yang dibutuhkan untuk industri selama setahun,” ungkapnya.

Menurut Kosmian, dengan stimulus yang diusulkan kepada Pemerintah, dapat mendorong keberlangsungan hidup bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yang saat ini ikut terpukul lantaran Covid-19.

“Apalagi, sektor perhotelan juga saling terkait dengan bisnis UMKM. Perlu diingat, 97 persen yang nikmati juga UMKM,” katanya.

Bagikan