KFC di Makassar Ini Ditutup Paksa Lantaran Langgar PSBB, Meja-Kursi Disita

Terkini.id, Makassar – Meskipun Pemerintah di beberapa daerah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun beberapa warga tetap ngeyel atau bandel dengan melanggar program social distancing yang menjadi protokol kesehatan terpadu guna menekan penularan virus corona.

Salah satu sektor usaha yang bergerak di bidang kuliner di “Kota Daeng”, demikian sebutan Makassar, KFC Cabang Ahmad Yani, Jalan Ahmad Yani, ditutup paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar.

Gerai waralaba berlogo Koloner Sanders tersebut diduga telah melewati batas waktu operasional yang ditentukan, termasuk menyediakan tempat makan yang melanggar aturan.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

“Karena melanggar aturan dan masih buka melewati batas yang ditentukan, maka kami sita 16 kursi dan tiga meja kayu yang ada, termasuk memberikan surat tertulis sebagai peringatan,” kata Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud, seperti dilansir Suara.com yang merupakan afiliasi jaringan Kupang.Terkini.id pada Senin 4 Mei 2020.

Menurut Iman, langkah preventif dilakukan pihaknya kepada seluruh jasa usaha yang masih buka saat pemberlakuan PSBB.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

“Jadi, kami akan menindak tegas (pengusaha) yang tidak mematuhi PSSB di masa pandemi Covid-19,” tegasnya.

Dalam aturan PSBB serta Peraturan Wali Kota Makassar nomor 22 tahun 2020, tentang PSBB, sebut Iman, jelas disebutkan batasan waktu paling lambat tutup operasional resto adalah pada pukul 21.00 WITA.

Selain itu, pembelian makanan hanya diperbolehkan bawa pulang atau take-away, atau tidak boleh makan di tempat (dine-in).

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Melewati batas operasional hanya pukul 21.00 WITA, sesuai dalam pasal 12 ayat 3 Perwali tahun 2020, inilah yang kami pakai dasar untuk menindak,” katanya.

Tak hanya KFC, sejumlah tempat makan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Ahmad Yani juga dibubarkan. Satpol juga menyita seratusan kursi, dari penertiban di sejumlah wilayah termasuk kursi di warung kopi (warkop), warung Sop Saudara, dan warung Sari Laut di wilayah setempat.

Selain penertiban warung makan dan restoran, Satpol PP bersama Dinas Pemadam Kebakaran rutin menyemprot disinfektan kepada warga maupun toko nonsembako yang masih bandel beroperasi saat penerapan PSBB di Makassar.

Dari pantauan wartawan di hari ke-11 pelaksanaan PSBB di Makassar, kondisi jalan raya dan sejumlah jalan alternatif serta jalan-jalan “tikus” ramai dipadati warga. Bahkan, pasar juga terlihat sesak dipadati warga.

Secara umum, masyarakat belum sepenuhnya sadar terhadap rentannya penularan Covid-19. Banyak di antaranya yang belum paham tentang aturan PSBB dan masih berkeliaran tanpa urusan yang jelas.

Bagikan