Pemkot Kupang Minta Warga Jangan Ciptakan Kluster Baru Covid-19

Terkini.id, Kupang – Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam upaya menekan penyebaran novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) patut diapresiasi. Pasalnya, Pemkot Kupang lewat Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19, telah melaksanakan berbagai protokol kesehatan pasca Gugus Tugas Covid-19 Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di “Kota Sasando”, sebutan wilayah Kupang.

“Di Kupang, kami sudah melaksanakan 73 tes Swab. Sebanyak 73 Swab ini hasilnya 44 negatif, dan delapan di antaranya positif. Sementara, 29 sampel dalam proses laboratorium,” terang Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man kepada wartawan di Kupang, Sabtu, 2 Mei 2020 malam.

Herman yang didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang yang juga Kabag Humas Setda Kota Kupang Ernest Ludji, dan juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK) Ike Mauboy.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Menurutnya, jika laboratorium RSUD Prof WZ Johanes Kupang sudah bisa digunakan untuk memeriksa sampel Swab maka hasilnya akan lebih mudah dan cepat diinformasikan kepada masyarakat.

“Nanti, 5-6 Mei 2020 ini, NTT sudah bisa melakukan pemeriksaan laboratorium. Menurut saya, itu akan mempercepat notifikasi hasilnya supaya dapat diinformasikan dengan segera,” imbuhnya.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Oleh karena itu, Herman meminta warga Kota Kupang untuk mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) maupun otoritas Pemerintah.

“Pemkot berharap, jangan membuat kluster baru di kota ini. Cukup kluster yang dari luar. Jangan tiba-tiba nanti ada perkembangan baru, ada kluster Kupang. Kenapa kluster Kupang terjadi, karena kita tidak patuh (terhadap protokol kesehatan) Kota Kupang,” pesannya.

Herman menjelaskan, adanya tujuh warga Kupang yang positif Covid-19, dapat terjadi lantaran warga tidak disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah berulang-ulang kali disampaikan.

Baca Juga: Kabar Baik, 26 Kelurahan di Kota Kupang Tak Ditemukan Kasus...

“Sudah disuruh (imbauan) jangan berkumpul, jangan berkeliaran tetapi warga Kota Kupang masih berkeliaran. Disuruh pakai masker masih banyak yang melanggar. Disuruh jangan berjualan, masih banyak yang melanggar. Kita takut jangan sampai Kupang menjadi kluster baru (di Indonesia). Itu sangat menyulitkan dalam pelacakan (tracing),” tegasnya.

Herman mengungkapkan, pihaknya telah meminta para tokoh agama dan masyarakat untuk membantu Pemkot Kupang dalam meminimalisir penyebaran virus corona. Caranya, para tokoh agama dan masyarakat itu kembali menyebarluaskan imbauan Pemerintah guna mematuhi protokol kesehatan seperti sosial distancing maupun physical distancing.

“Jangan sampai orang luar akan mencerca kita karena menjadi sumber penularan (kluster). Namun, kita bersyukur karena belum ada tanda-tanda transmisi lokal. Jadi semua yang positif ini berasal dari luar NTT,” terangnya.

Bagikan