Miris, Bandara Terbaik Dunia Ini Kini Hanya Angkut Barang

Miris, Bandara Terbaik Dunia Ini Kini Hanya Angkut Barang
Sejak diterpa wabah novel coronavirus disease 2019 (Covid-19), Bandara Changi Singapura semakin sepi, khususnya arus datang dan mudik penumpang. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Singapura – Sejak diterpa wabah novel coronavirus disease 2019 (Covid-19), Bandara Changi Singapura semakin sepi, khususnya arus datang dan mudik penumpang. Sehingga, guna meminimalisir anjoknya kondisi bearish atau koreksi tajam terhadap pendapatan bandara, pengelola bandara terbaik dunia ini menggenjot biaya operasional dengan lebih fokus terhadap jasa angkut kargo.

Selama wabah virus corona pula, Changi Airport Grup diklaim merugi hingga 70 persen ketimbang pendapatan 2019 lalu. Lantaran tidak ada penerbangan komersial penumpang, kini Changi Airport Group (CAG) fokus terhadap angkutan kargo.

Otoritas CAG mengungkapkan, Jumat 1 Mei 2020 lalu, sebelumnya Bandara Changi hanya membawa 35 persen kargo dalam lalu lintas udara. Akan tetapi, setelah banyaknya negara menerapkan pembatasan lintas udara dan lockdown parsial, maka kini pengangkutan barang menjadi 90 persen.

“Ada sekitar 20 maskapai yang mengalihfungsikan pesawat penumpangnya sebagai kargo, termasuk Singapore Airlines (SQ) dan Japan Airlines (JAL). Barang-barang tersebut diantar ke 30 negara lain dari Singapura,” demikian CAG melaporkan di laman resminya ChangiAirport.

CAG juga mengatakan, untuk menjaga distribusi pasokan vital di seluruh dunia, perusahaan pengangkutan barang kini beroperasi 24 jam guna memenuhi permintaan global.

Beberapa jenis kargo yang diangkut seperti daging beku, bahan makanan, dan persediaan medis. Layanan pesawat angkut antara India-Singapura, SpiceXpress juga memfasilitasi kargo dengan pasokan medis dan kebutuhan esensial untuk pertama kalinya.

Lantaran meningkatnya aktivitas kargo di bandara, CAG bekerja sama perusahaan kuliner kompartemen katering penerbangan seperti Sats dan Dnata. Sehingga, aktivitas pengangkutan makanan bisa terjamin dari segi standisasi.

“Penerbangan kargo tambahan, apalagi (pengiriman) obat-obatan sangat membantu dalam masa sulit sepert ini. Selain itu, bisnis ini juga mendukung ekonomi regional dan masyarakat lokal,” terang Direktur Pelaksana Pengembangan Hub Udara CAG, Lim Ching Kiat.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Flu Babi Jenis Baru G4 Muncul di Tiongkok, Diduga Bisa Jadi Pandemi

Misteri di Lubang Hitam, Astronom Temukan Benda Usia 780 Juta Tahun Cahaya

Morgan Stanley Proyeksi Ekonomi Indonesia Tercepat Kedua Pulih Pasca Corona

WHO Laporkan Rekor Kenaikan Kasus Corona Tertinggi dalam Sehari

WHO Bilang Waspada, 100 Kasus Baru Corona Muncul di Beijing

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar