Libatkan Laboratorium Militer, TNI Cari Vaksin Corona

Terkini.id, Bogor – TNI melibatkan laboratorium kesehatan militer untuk riset bersama Perguruan Tinggi guna mencari vaksin atau obat penangkal novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi dalam diskusi jarak jauh yang digelar Universitas Pertahanan Indonesia, Kawasan IPSC Sentul, Sukahati, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 April 2020.

“Untuk mencari solusi, mungkin vaksin, serum, atau obat yang bisa menangkal atau menghilangkan virus. Ini dilakukan di laboratorium-laboratorium kesehatan militer dan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi,” ungkap Sisriadi.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Tidak hanya itu, sebutnya, TNI juga tengah meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di 109 Rumah Sakit milik TNI di seluruh Indonesia untuk menangani pasien virus corona.

Hal itu diupayakan untuk mempersiapkan kondisi terburuk apabila virus corona tidak kunjung mereda di Indonesia. Sisriadi juga mengatakan, pihaknya telah mengajukan penambahan anggaran kepada DPR.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

“Oleh karena itu, TNI sekarang menyiapkan 109 fasilitas RS TNI, baik di matra darat, laut, dan udara agar dapat dijadikan RS rujukan di daerah,” papar Sisriadi.

Selain itu, Sisriadi mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan rencana kontijensi (kemungkinan) untuk meredam gejolak sosial bila pandemi virus corona belum mereda dalam waktu dekat.

Beberapa waktu lalu, rencana tersebut telah dipresentasikan Panglima TNI Hadji Tjahjanto dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR. Menurutnya, pandemi virus orona ini bisa menyulut persoalan ekonomi hingga keamanan.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

“Kami menyiapkan pasukan-pasukan (keamanan) untuk menghadapi gejolak sosial yang mungkin bisa berdampak ke arah yang anarkis. Sehingga, dampak keamanan bisa diperkecil,” ujar Sisriadi.

Seperti diiketahui, sejumlah negara saat ini sudah masuk dalam tahap menguji coba vaksin temuannya terhadap manusia. Akan tetapi, produksinya tetap membutuhkan waktu cukup panjang untuk memastikan keamanannya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat merekomendasikan obat Chloroquine dan Avigan untuk melawan virus corona. Namun sejauh ini, efektivitasnya belum terbukti.

Bagikan