Terdampak Corona, Penjualan Sepeda Motor Global dan Domestik Anjlok

Terkini.id, Kupang – Sebelum Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi, pakar finansial dunia telah memproyeksi, wabah yang disebabkan virus corona baru itu akan mengakibatkan krisis global.

Pasalnya, kebijakan produsen dan dealer otomotif yang mengimplementasan atau menerapkan layanan pelanggan jarak jauh dalam kebijakan social distancing, berdampak besar terhadap penurunan produktivitas dan penjualan kendaraan.

Di Kupang, amblesnya penjualan juga dirasakan salah satu diler sepeda motor, Wahana Ritel Honda Kupang.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

“Sejak merebaknya wabah virus corona dan penerapan physical distancing, penjualan anjlok sekitar 50 persen,” terang Sales Marketing Honda, Grace saat ditemui di Wahana Ritel Honda Kupang, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis 23 April 2020.

Sekadar diketahui, penerapan social distancing, yang dikerucutkan menjadi physical distancing di Kupang, efektif berlaku secara ketat pada 6 April 2020 melalui instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), kendati secara umum sosialisasi terkait hal itu sudah dilakukan pada awal Maret 2020.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Grace mengungkapkan, penjualan pihaknya sebelum merebaknya isu virus corona dapat mencapai sekitar 210 unit setiap bulan, dengan asumsi per hari sepeda motor Honda yang terjual sebanyak tujuh unit.

Namun, saat ini penjualan menurun signifikan dan mencapai separuhnya saja dari penjualan normal atau turun sebanyak 50 persen.

Sebelumnya, penjualan kendaraan roda dua secara global tersandung pada 2019, dengan munculnya virus corona baru yang diklaim berasal dari Wuhan, Hubei, Tiongkok. Itu bisa dilihat dari penurunan signifikan untuk pasar Asia seperti di India. Hal itu juga diperparah kontraksi sektor lain yang sebelumnya tumbuh di Eropa.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Di India, sebagai pasar sepeda motor terbesar di dunia, produsen dalam negeri mereka mengalami penurunan tajam pada Maret 2020. Angka penjualan dari tahun ke tahun atau year on year (yoy) menurun untuk Hero MotoCorp sebesar 43 persen, Royal Enfield 44 persen, Bajaj 55 persen, dan TVS Motor Company 62 persen.

Kendati terkontraksi cukup dalam untuk merek tadi, seperti dilansir Rideapart pada 16 April 2020 lalu, namun di sisi lain Honda Motorcycle dan Scooter India berhasil meningkatkan penjualan sebesar 10 persen.

Adapun Suzuki India yang mengalami penurunan beberapa bulan terakhir, dikabarkan telah melaporkan peningkatan sebesar 5,7 persen selama 2019-2020.

“Kami senang untuk menutup tahun ini dengan catatan positif dengan pertumbuhan 5,7 persen. Di tengah langkah pencegahan yang ditempuh korporasi pasca merebaknya pandemi Covid-19,” kata Direktur Manajer Suzuki India, Koichiro Hirao dalam laporan tutup bukunya di pengujung 2019 lalu.

Adapun pasar sepeda motor Eropa, khusunya di Italia anjlok hingga 66 persen. Pembelian skuter dan moped turun 62 persen. Penjualan sepeda motor di Negeri Piza tersebut, jatuh hingga 69 persen. Kendati demikian, pasar sepeda motor Italia sempat mengalami pertumbuhan di Januari-Februari 2020.

Secara parsial, keseluruhan penjualan untuk kuartal pertama 2020, Italia hanya turun 24 persen dibandingkan tahun lalu. Terlepas dari pembelian yang sedikit, sepeda motor BMW R 1250 GS menjual unit terbanyak di sana.

Hingga saat ini, sebagian besar pabrik dan dealer sepeda motor masih tutup. Produsen tetap optimistis industri ini akan bangkit kembali setelah penutupan dan langkah-langkah social distancing berakhir.

Bagikan