Harga Komoditas Pangan Jelang Ramadan Naik, Jokowi Kecewa

Terkini.id, Jakarta – Ramadan yang tinggal menghitung hari, mendongkrak beberapa komoditas pangan penting rumah tangga. Hal itu dapat dilihat dari beberapa komoditas pangan strategis di berbagai pasar tradisional seluruh provinsi Indonesia yang tercatat mengalaimi kenaikan harga.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara dengan nada kecewa.

Pasalnya, mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, dari 23 jenis bahan pangan strategis yang disurvei, ada delapan bahan pokok yang mulai merangkak naik. Adapun komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai, daging ayam, dan daging sapi.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Dalam sehari terakhir, Rabu 23 April 2020, cabai merah besar dan cabai merah keriting mencatatkan kenaikan paling tinggi. Kedua komoditas ini naik masing-masing 2,15 persen dan 1,46 persen. Untuk cabai merah nasional, rata-rata harga per kilonya lebih Rp 31 ribu di seluruh pasar tradisional yang disurvei.

Harga bawang merah juga masih merangkak naik. Pada Rabu 23 April 2020, satu kilo bawang merah dibanderol Rp 44.200 pada hampir seluruh pasar tradisional di dalam negeri. Harga bawang merah naik 0,83 persen dibanding hari sebelumnya.

Baca Juga: Dighosting Kaesang, Felicia Tissue Sampai Surati Presiden Jokowi

Kenaikan dua bahan pokok ini perlu diwaspadai, mengingat komoditas itu merupakan bahan pangan strategis dengan margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) paling tinggi.

MPP untuk komoditas bawang merah tercatat mencapai 49,06 persen. Artinya, harga dari produsen ke konsumen akhir telah naik sebesar 49 persen. Jumlah rantai distribusi untuk komoditas ini sebanyak tiga.

MPP untuk komoditas cabai merah juga tergolong tinggi ketimbang komoditas lain. Pada 2017, MPP untuk komoditas ini tercatat mencapai 47,1 persen. Pada 2016, jalur distribusi komoditas ini jumlahnya mencapai empat.

Baca Juga: Gerak Aksi Kemanusiaan Relawan Gabungan Peduli NTT Buka Dapur Ramadan

“Kenaikan harga dua komoditas ini harus diwaspadai dan ditelusuri penyebabnya apa. Jangan sampai ada gangguan di pendsitribusiannya mengingat data dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyebutkan pasokan untuk aneka cabai dan bawang merah seharusnya aman hingga Lebaran,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu 22 April 2020.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Hortikultura memperkirakan produksi aneka cabai untuk April sebanyak 217.588 ton, dengan kebutuhan 178.594 ton sehingga surplus 38.994 ton. Selanjutnya, produksi untuk Mei sebanyak 217.258 ton dengan kebutuhan 182.634 ton sehingga surplus 34.624 ton.

Kementan, melalui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, juga memastikan untuk pasokan bawang merah masih aman hingga usai Idul Fitri mendatang. Berdasarkan proyeksi Early Warning System (EWS) Kementan, kebutuhan untuk bawang merah nasional setiap bulannya mencapai 113 ribu ton.

Selain harga cabai merah dan bawang merah yang mengalami kenaikan, harga daging ayam dan daging sapi per Rabu 20 April 2020 juga mulai merangkak naik kendati tidak terlalu pesat.

Adapun komoditas pangan lainnya, harga gula juga masih bertengger di level tertingginya hingga mencapai Rp 18 ribu per kilogram.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto diwanti-wanti menyikapi kenaikan harga ini dengan sigap. Masalahnya, dalam satu-dua hari ke depan sudah masuk bulan suci Ramadan.

Apalagi, beberapa daerah sentral seperti DKI Jakarta masih direpotkan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan pandemi virus corona.

“Di tengah pandemi seperti ini, isu ketersediaan pangan adalah hal yang penting. Kementerian Perdagangan perlu dengan cermat mengkalkukasi antara produksi, stok, serta kebutuhan masing-masing komoditas saat Ramadan. Tidak lupa juga dengan jalur distribusinya. Jangan sampai isu kelangkaan terjadi di Ramadan ini,” pesan Jokowi.

Bagikan