Ini Nasi Kering Ninja yang Bisa Awet Sampai 20 Tahun

Ini Nasi Kering Ninja yang Bisa Awet Sampai 20 Tahun
Ilustrasi nasi kering. Salah satu resep tradisional Jepang yang kembali terpikirkan untuk diadaptasi adalah resep para Ninja atau para petualang Jepang yang bernama “hoshi”. Hoshi atau juga disebut kareii secara harafiah dapat diartikan sebagai beras kering. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Para penggemar anima Jepang, pasti tahu Ninja Hattori. Atau, paling tidak penggemar film-film laga terkait Jepang, pasti sudah akrab dengan sosok berbalut pakaian hitam-hitam dengan sebilah katana atau lebih dikenal dengan sebutan pedang samurai di Indonesia.

Tetapi, yang dibahas sekarang bukan mengenai sosok kehebatan Ninja namun apa yang dikonsumsinya, khususnya saat berada dalam iklim pertarungan yang tidak memungkinkan komunal mereka untuk makan selazimnya rumah tangga biasa.

Lantas, apa yang dikonsumsi para Ninja tersebut. Asahi Shimbun, surat kabar ternama di Negeri Sakura beberapa waktu lalu melansir terkait hal itu. Menurutnya, lantaran Jepang dikenal inovatif dalam segala hal, terutama didorong semangat “bushido” menjadikan mereka selalu mengangkat kearifan lokal dalam implementasi kehidupan keseharian.

“Orang Jepang juga tidak segan untuk merangkul resep-resep tradisional mereka untuk diterapkan pada masa kini, baik saat Restorasi Meiji hingga saat ini,” demikian ungkap Asahi Shimbun.

Dijelaskan, salah satu resep yang kembali terpikirkan untuk diadaptasi adalah resep para Ninja atau para petualang Jepang yang bernama “hoshi”. Hoshi atau juga disebut kareii secara harafiah dapat diartikan sebagai beras kering.

Makanan ini bisa jadi cocok diterapkan sebagai salah satu makanan di tengah pandemi virus corona. Pasalnya, makanan ini merupakan pendahulu dari beras instan modern. Makanan ini digunakan dulunya dikonsumsi para Ninja, penyair petualang, dan para samurai yang tidak tahu apa-apa tentang konsep teknologi pendinginan seperti yang diketahui sebagai “kulkas” di zaman modern ini.

Uniknya, hoshi konon memiliki masa simpan hingga 20 tahun. Proses membuatnya juga sangat sederhana dan tidak sulit. Awalnya beras ini harus dimasak seperti biasa. Setelah matang, nasi dicuci untuk menghilangkan sisa-sisa pati yang lengket.

Nasi ini kemudian diletakkan di atas wadah dan dikeringkan dalam oven dengan suhu 100 derajat hingga 110 derajat Celcius selama satu setengah jam.

Dalam percobaan yang dilakukan laman SoraNews24 pada 2017 lalu, sesaat setelah dibuat nasi kering ini langsung “dehidrasi” dan tentu saja kembali seperti beras kering semula.

Pada Maret 2020, tiga tahun setelah disimpan nasi kering ini kembali diuji. Nasi kering ala Hoshi ini diseduh atau diberi air panas dan didiamkan selama setengah jam. Hoshi kembali seperti semangkuk nasi biasa. Tentu saja rasanya tidak sebanding nasi yang baru dimasak. Kendati demikian, rasa Hoshi ini juga tidak buruk-buruk amat.

“Ini bisa digunakan seperti nasi biasa juga, dimasak menjadi risotto atau sup atau dibumbui dan disajikan dengan bumbu ringan,” tulis SoraNews24 dalam ulasannya.

Di Indonesia, warga mungkin tidak asing lagi dengan hoshi ini. Sekilas, nasi kering ala Jepang ini menyerupai kerak nasi pada umumnya. Hanya, ada beberapa perbedaan salah satunya adalah nasi kerak Indonesia dibuat dari sisa masak nasi yang menempel di panci atau magic jar ataupun nasi sisa.

Selain itu, nasi kering ala Indonesia ini juga tidak dipanggang dalam oven melainkan dijemur di atas genteng rumah dan dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah kering, nasi kerak tidak akan diolah kembali menjadi nasi lembut melainkan digoreng tipis menjadi kerupuk kerak nasi.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ini Cara Bedakan Telur Segar dengan Telur Busuk

Novelet: Season of The Fireworks 9

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Es Pallu Butung dan Pisang Ijo

Jadi Grab Merchant Pilihan, Resto di Kupang Ini Akui Penjualan Meningkat

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar