337 Kasus Baru Covid-19 dari 14 Provinsi, Perdana di NTT dan 236 di DKI Jakarta

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah menyatakan, melalui Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis 9 April 2020 sore, masih terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Sehingga per Kamis 9 April 2020 pukul 12.00 WIB, data yang terhimpun memperlihatkan total ada 3.293 kasus Covid-19 di Tanah Air. Jumlah ini bertambah 337 pasien Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

“Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 337, sehingga jumlah menjadi 3.293 kasus, dan dalam periode yang sama juga terjadi penambahan 30 pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total ada 252 pasien yang kini dinyatakan negatif virus corona setelah menjalani dua kali pemeriksaan,” papar Yurianto.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Nataru, Upaya Tekan Lonjakan Corona Pasca...

Kendati demikian, Pemerintah masih mengungkapkan kabar duka terkait adanya penambahan 40 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ini merepresentasikan, secara akumulasi ada 280 pasien yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona.

Menurut Yurianto, data tersebut menggambarkan masih terjadinya penularan Covid-19 dalam masyarakat. Ia pun menyesali tingginya penambahan kasus baru dan jumlah pasien meninggal.

Baca Juga: Kabar Baik, Tak Ada Lagi Wilayah Zona Merah Kasus Corona...

Dengan demikian, persentase pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,5 persen.

“Gambaran ini sangat menyedihkan, karena penularan masih terus berlangsung. Data ini juga memperlihatkan kondisi masyarakat dalam seminggu terakhir, yang belum sepenuhnya patuh terhadap imbauan Pemerintah,” ungkapnya.

Data yang dihimpun pihaknya hari ini, sebut Yurianto menggambarkan kondisi masyarakat seminggu yang lalu. Pasalnya, kendati masa inkubasi terpanjang 14 hari namun rata-rata (terjadi penularan) lima-enam hari yang lalu.

Baca Juga: Begini Cara Jaga Nutrisi Bayi-Batita dalam Masa Pandemi Covid-19

Ia merincikan, penambahan 337 pasien yang baru saja dinyatakan positif Covid-19 tersebut tersebar di 14 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi yang mencatatkan penambahan pasien positif Covid-19 terbanyak yaitu 236 kasus baru.

Provinsi lain yang juga memiliki penambahan pasien terbanyak antara lain, Jawa Timur (27 pasien), Bali (14 pasien), dan Kepulauan Riau (13 pasien). Data pemerintah juga memperlihatkan, kasus Covid-19 kini tersebar di 33 provinsi.

Pasalnya, kasus perdana terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu dengan adanya satu pasien positif Covid-19.

“Berikut data sebaran penambahan pasien Covid-19 di 14 provinsi, DKI Jakarta terdapat 236 kasus baru, Jawa Timur 27, Bali 14, Kepulauan Riau 13, Jawa Barat 11, Sulawesi Selatan 10, Banten 6, NTB 6, Sulawesi Tenggara 5, Jawa Tengah 4, Bengkulu 2, Bangka Belitung 1, Sumatera Selatan 1, dan NTT 1 kasus perdana,” urai Yurianto.

Untuk menekan penularan, ia mengimbau masyarakat mematuhi protokol Pemerintah yang juga seturut imbauan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat keluar rumah, dan sebisa mungkin tidak keluar jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Selain itu, jika keluar rumah masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga jarak atau physical distancing agar mencegah penularan terus terjadi. Pemerintah juga telah mengeluarkan aturan agar masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah,” imbuh Yurianto.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan menggunakan masker kain, sebab masker bedah dan masker N95 diprioritaskan untuk para petugas medis.

“Mudah-mudahan dengan menggunakan masker, kita bisa melihat hasilnya minggu depan apakah kepatuhan ini dijalankan dengan baik atau tidak,” tutup Yurianto.

Bagikan