Semakin Masif, Nyaris Satu Juta Orang di Dunia Terinfeksi Covid-19

Terkini.id, Kupang – Penularan virus corona atau covid-19 di seluruh dunia semakin cepat dan masif.

Dalam hitungan beberapa hari terakhir jumlah korban yang terpapar sudah hampir dua kali lipatnya atau mendekati satu juta orang atau kasus.

AFP melansir, Kamis 2 April 2020, sejak virus ini diketahui di Tiongkok akhir Desember 2019, sedikitnya sudah ada 940 ribu orang terinfeksi, termasuk sedikitnya 500 ribu terpapar di Eropa.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Dirjen World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, telah terjadi pertumbuhan kasus baru secara eksponensial atau kelipatan, jumlah kasus yang terinfeksi akan mencapai satu juta kasus dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Johns Hopkins, Kamis 2 April 2020 pukul 19.50, kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 956.588 kasus yang mencakup 180 negara.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Sebanyak 48.583 kasus meninggal, namun kabar baiknya 202.728 sembuh dari virus corona.

Jila melihat pertumbuhan kasus baru, memang ada percepatan yang luar biasa. Padahal, sepekan lalu pada Jumat 27 Maret 2020 malam, total kasus covid-19 di seluruh dunia masih mencapai 551.337 kasus, dengan total kematian 24.906 kasus, dan total yang sembuh mencapai 127.564 kasus, saat itu baru ada 176 negara terpapar virus corona.

Sementara itu, dua warga Indonesia di Amerika Serikat (AS) dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Rabu 1 April 2020. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York menuturkan, kedua WNI tersebut berada di wilayah kerja mereka.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

“Berdasarkan laporan yang diterima KJRI New York sejauh ini, terdapat dua WNI yang berstatus positif Covid-19,” demikian pernyataan KJRI New York.

KJRI New York memiliki wilayah kerja di 15 negara bagian di Pesisir Timur AS, dengan jumlah WNI sekitar 32 ribu, belum termasuk diaspora Indonesia yang telah menjadi warga AS.

Menurut KJRI New York, jumlah WNI positif virus corona itu ada kemungkinan masih bisa bertambah.

Pasalnya, jumlah WNI positif virus corona itu di luar warga Indonesia yang belum melaporkan kondisinya kepada KJRI New York.

Sementara itu, KJRI New York juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa ada dua WNI beserta keluarganya yang meninggal akibat Covid-19 di Queens, New York.

Atas laporan yang didapatkan sejauh ini, KJRI menjelaskan ada dua diaspora Indonesia yang meninggal akibat Covid-19, yaitu Bren Rustam dan Hartoyo Wijaya. KJRI menuturkan kedua diaspora Indonesia itu telah menjadi warga negara AS.

“Hingga saat ini, KJRI New York belum menerima laporan adanya WNI di wilayah kerja kami yang meninggal dunia akibat Covid-19. Adapun almarhum Hartoyo Wijaya dan almarhum Bren Rustam adalah diaspora RI berkewarganegaraan AS,” bunyi pernyataan KJRI New York.

KJRI New York memaparkan, istri Bren memang seorang WNI. Istri Bren dan anaknya tengah dirawat di rumah sakit di New York setelah menjalani proses melahirkan melalui bedah caesar. KJRI New York terus memantau kondisi kesehatan keduanya melalui pihak keluarga.

Kasus virus corona di AS memang semakin mengkhawatirkan lantaran menjadi yang tertinggi di dunia saat ini.

Berdasarkan data John Hopkins University pada Kamis 2 Maret 2020, kasus Covid-19 di AS mencapai 215.417 orang atau yang tertinggi di dunia melampaui Tiongkok.

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Negeri Patung Liberty juga telah mencapai 5.116 pasien.

Rekor kematian di AS mencapai yang tertinggi pada Rabu 1 April 2020, yaitu sebanyak 917 orang dalam sehari.

Bagikan