Agar Warga Tetap Bisa Mudik, Jokowi bakal Ganti Libur Nasional Lebaran

Terkini.id, Kupang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan bakal mengganti agenda atau jadwal mudik pada hari libur nasional pasca hari raya Idul Fitri.

Hal tersebut diusulkan Jokowi guna menenangkan masyarakat yang berpotensi tidak dapat mengikuti “tradisi” mudik Lebaran lantaran didera wabah novel viruscorona disease 2019 (Covid-19).

“Saya melihat (solusi) mudik (pengganti) ini untuk menenangkan masyarakat. Mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan,” papar Jokowi ketika membuka rapat terbatas terkait mudik melalui teleconference, Kamis 2 Kamis 2020.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Ia juga mengusulkan, nantinya pada hari libur pengganti mudik tesebut, Pemerintah akan menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus mudik sebagaimana dilaksanakan saat mudik naturalistik Lebaran.

Nantinya, sebut Jokowi, Pemerintah Daerah (Pemda) bisa menggratiskan tempat-tempat wisata milik mereka agar ramai dikunjungi masyarakat.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Saya kira, kalau skenario-skenario tersebut dilakukan kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, Pemerintah tengah merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait mudik.

PP itu akan mengatur pergerakan dan lalu lintas manusia saat pulang kampung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

PP tersebut, sebut Ma’ruf, akan memperkuat imbauan Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“PP-nya sedang dirumuskan, mungkin dua hari lagi tentang masalah mudik itu,” imbuhnya dalam konferensi pers melalui teleconference, Selasa 31 Maret 2020.

Tetapi yang jelas, kata Ma’ruf, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak mudik sebab risikonya besar sekali.

“Sebagaimana anjuran agama Islam, saat melakukan sesuatu yang diyakini dapat menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain adalah dilarang, bahkan cenderung diharamkan,” pesannya.

Terlebih, saat ini Pemerintah juga sudah meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman sehingga warga negara wajib tidak melakukannya.

“Sesuatu yang wajib menurut agama, dan diwajibkan Pemerintah itu menjadi kuat,” tutup Ma’ruf.

Bagikan