Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Perpanjang Liburan Sekolah hingga 21 April

Terkini.id, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat akan mengeluarkan instruksi untuk meliburkan semua sekolah, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK di NTT hingga 21 April 2020 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius di Kupang, Senin 30 Maret 2020.

“Jadi, sebelumnya sekolah yang libur hingga 4 April 2020, akan diperpanjang lagi hingga 21 April 2020. Perpanjangan ini akan dievaluasi sesuai kondisi yang ada secara nasional,” katanya.

Baca Juga: Gubernur NTT Minta Bupati Serius Tangani Kasus Corona dengan Perketat...

Marius menjelaskan, instruksi itu guna menindaklanjuti surat edaran Menpan RB RI No 34/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang perubahan atas surat Menpan RB No 19/2020 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan instansi Pemerintah.

Ia mengarakan, edaran Menpan RB itu berpedoman pada keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 13.A/2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia.

Baca Juga: Ini Kuliner Kuah ala Tiongkok yang Enak Disantap saat Udara...

Atas perpanjangan masa liburan sekolah tersebut, Marius mengharapkan para guru dan kepala sekolah dapat berkoordinasi dengan Komite Sekolah.

“Juga orang tua siswa, diharapkan dapat mengatur dan memberikan pekerjaan rumah (PR) atau tugas kepada siswa, sehingga waktu liburan dapat dimanfaatkan untuk terus belajar,” imbuhnya.

Untuk itu, imbau Marius, para orang tua harus bisa mengawasi anak mereka untuk tetap belajar di rumah.

Baca Juga: Beredar Kabar Gubernur NTT Bakal Beli Vaksin Covid-19 Sendiri, Ini...

Sementara itu, bagi warga NTT, ia mengimbau agar tetap memperhatikan protokol Pemerintah dan juga protap terkait kesehatan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Juga ada instruksi gubernur, bupati, dan wali kota yang perlu diperhatikan. Hindari kegiatan yang melibatkan atau mengumpulkan banyak orang, hindari keramaian termasuk perhatikan social distancing dan physical distancing,” tutup Marius.

Bagikan