Jangan Anggap Remeh Virus, Lakukan Hal Ini Guna Cegah Corona

Jangan Anggap Remeh Virus, Lakukan Hal Ini Guna Cegah Corona
Ilustrasi warga tengah olahraga sambil jemur diri di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari diniscaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dari virus karena metabolismenya dapat memproduksi vitamin D3. (Effendy Wongso)

Terkini.id, Kupang – Menjaga imunitas tubuh disebut sebagai salah satu kunci untuk menangkal tertular virus corona jenis baru. Imunitas tubuh ini pula yang kini menjadi kunci sembuhnya para pasien yang telah dinyatakan positif virus corona atau novel coronavirus disease (Covid-19).

Terkait masifnya penularan virus corona di Indonesia, dokter ahli gizi dr Tan Shot Yen menyampaikan saran bagaimana cara menjaga imunitas tubuh.

Ia mengingatkan agar tidak pandang remeh terkait virus.

Oleh karena itu, sebut Tan, guna meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh tidak hanya soal asupan makanan.

Imunitas tubuh juga harus ditunjang dengan sikap seseorang dalam mengantisipasi virus.

“Physical distancing. Jangan main-main dengan virus. Mau sehat seperti apa kalau dikeroyok virus yang daya tularnya tinggi, terkapar juga,” ujar Tan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020.

Terkait asupan makanan, lanjut Tan, yang terpenting adalah pola makan seimbang. Seseorag harus manaati panduan resmi dari Kementerian Kesehatan.

Makanan bergizi dan seimbang itu adalah “empat sehat lima sempurna”.

“Itu berarti harus terpenuhi ketersediaan asupan jenis lauk-pauk, buah-buahan, sayuran, makanan pokok, dan susu. Kalau kebanyakan atau over pada salah salah satu jenis makanan, sudah tidak seimbang lagi,” imbuhnya.

Dalam pengolahan makanan, bahas Tan, jangan lupa memperhatikan kebersihan bahan makanan mentah seperti sayur, buah, dan lauk (daging).

“Sayur dan buah dicuci bersih, dan lauk dimasak matang sebelum dikonsumsi. Hindari gula, garam dan lemak berlebihan,” pesannya.

Tan juga mengingatkan agar masyarakat mengikuti Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) seperti cuci tangan dengan sabun.

“Tangan bersih tetapi meja tidak dilap. Ingat, kita sekarang berhadapan dengan virus yang tidak terlihat. Pegang-pegang fasilitas publik, habis cuci tangan percuma. Pakai sarung tangan lebih konyol lagi. Memindahkan virusnya ke mana-mana,” terangnya.

Upaya lain untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh adalah cukup istirahat. Minimal tujuh jam tidur adalah standardisasi

“Minimal tujuh jam tidur. Tubuh bukan versi kuota unlimited,” lanjut Tan.

Selain itu, mendapatkan matahari pagi yang cukup juga bisa membantu meningkatkan imunitas.

“Jangan salah, bukan mataharinya mematikan virus tetapi cahaya mataharinya yang membuat tubuh mampu bikin vitamin D3. Ini yang disebut meningkatkan kekebalan tubuh,” kata Tan.

Dijelaskan, matahari memiliki tiga gelombang cahaya, yaitu UVA, UVB, dan UVC. UVA ada sejak subuh, dan merupakan gelombang terpanjang matahari. UVA ini tidak dibutuhkan tubuh dan dapat menimbulkan risiko kanker dan keriput.

Sementara, UVC tidak masuk ke bumi, diserap atmosfer karena ukuran gelombangnya pendek. Adapun gelombang ketiga adalah UVB yang akan sampai ke bumi saat matahari mulai dekat sekitar pukul 10.00. UVB inilah yang bermanfaat untuk tubuh. Untuk mendapatkan sinar matahari ini, bisa dilakukan cukup selama 15 menit.

“Dapatkan cahaya matahari cukup, kena kulit langsung, jam 10 pagi, 15 menit. Agar UVB yang mengandung pro vitamin D bisa dibuat tubuh menjadi vitamin D3 yang berperan dalam sistem imunitas,” ucap Tan.

Ia menjelaskan, waktu 15 menit tersebut adalah perhitungan rata-rata untuk kulit masyarakat Asia.

“Jika kulitnya gelap (seperti kebanyakan orang Asia), mungkin sekitar 20-25 menit. Karena melanositnya (pemberi warna kulit) banyak. Jadi butuh banyak menyerap agar provit D3-nya mencukupi,” tutup Tan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Flu Babi Jenis Baru G4 Muncul di Tiongkok, Diduga Bisa Jadi Pandemi

Chicken Rice Teriyaki, Kolonialisasi Zaman Now Jepang Lewat Kuliner

Unik, Asal Usul Kue Ini Masih Diklaim Dua Daerah di Indonesia

WHO Laporkan Rekor Kenaikan Kasus Corona Tertinggi dalam Sehari

Sadis, Ada Paru Bengis dan Empal Jahanam di Resto Kupang Ini

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar