Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Naik 500 Kali Lipat

Terkini.id, Jakarta – Penularan wabah novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau lebih sering disebut virus corona yang telah menginfeksi orang Indonesia, hingga kini bertambah signifikan.

Total pasien yang tersebar di sejumlah provinsi Indonesia menunjukkan kenaikan lebih 500 kali lipat, hanya dalam kurun waktu sekitar tiga minggu sejak dua pasien positif virus corona diumumkan pemerintah pada Senin 2 Maret 2020 lalu.

Ketika itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pertama kali mengumumkan dua orang positif terinfeksi Covid-19. Dua kasus itu kemudian disebut sebagai kasus 01 dan kasus 02.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Sejak saat itu, perlahan terjadi penambahan pasien Covid-19. Dalam satu pekan pertama yang rutin disampaikan juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, pasien positif corona bertambah 17 orang.

Selanjutnya, selama pekan kedua atau 9-16 Maret 2020, pasien positif corona bertambah 115 orang. Sementara, sepanjang pekan ketiga atau 16-23 Maret, terjadi penambahan pasien positif 445 orang.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Selanjutnya, dalam rentan empat hari dari 23 Maret 2020 hingga 28 Maret 2020, pasien positif bertambah sebanyak 467 orang. Terjadi lonjakan penambahan pasien hanya dalam waktu hitungan hari.

Pemerintah secara berkala selalu memberikan update jumlah orang terinfeksi, sembuh, maupun meninggal. Penambahan 153 pasien positif corona pada Sabtu 28 Maret 2020, menjadi penambahan pasien paling tinggi sejak kasus pertama diumumkan.

Selain penambahan pasien positif yang drastis, virus corona telah menyebar ke-28 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, hanya enam provinsi yang belum terdapat pasien positif virus corona.

Baca Juga: Vaksin Diklaim Dapat Tekan Potensi Lahirnya Varian Baru Covid-19, Ini...

Yurianto mengatakan, salah satu faktor penyebab banyaknya kasus positif terjadi akibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap anjuran Pemerintah untuk jaga jarak atau physical distancing, hingga tidak menerapkan pola hidup sehat.

“Mari kita bersama menjaga jarak dua meter, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Mudah-mudahan upaya keras kita laksanakan secara sinergi bersama Pemerintah dan masyarakat bisa menanggulangi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sekadar informasi, dari jumlah 1.046 kasus positif virus corona itu, 87 pasien meninggal dunia dan 46 pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali diperiksa. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan, termasuk Rumah Sakit Darurat Virus Corona Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Bagikan