Gubernur di Meksiko Ini Klaim Orang Miskin Kebal Covid-19

Terkini.id, Meksiko – Gubernur di salah satu negara bagian Meksiko, mengatakan jika orang miskin kebal terhadap infeksi virus corona atau novel coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Gubernur Puebla, Miguel Barbosa menyampaikan argumennya tersebut setelah melihat persentase orang yang mengidap Covid-19 kebanyakan dari kalangan elite, seperti orang-orang kaya dan beberapa petinggi bisnis.

Sebelumnya, seorang pejabat tinggi Meksiko mengatakan, tiga perempat dari 475 kasus virus corona diketahui terkait jejak rekam mereka bepergian perjalanan ke luar negeri. Beberapa pasien diketahui sempat berlibur ke resor ski di Italia hingga Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Ini Upaya Penyelenggara Bimas Buddha Kupang Bentengi Keluarga dari Destruksi...

Atas dasar itu, Barbosa mengatakan tidak ada indikasi orang miskin melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Mayoritas (pasien Covid-19) adalah orang kaya. Jika Anda kaya, maka Anda berisiko. Jika Anda miskin, tidak (berisiko). Kami miskin, makanya kami kebal virus corona,” ujar Barbosa dilansir Associated Press (AP), Kamis 26 Maret 2020.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Ia menambahkan, jika standar sanitasi buruk di kalangan orang miskin membuat sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat saat terpapar virus atau bakteri.

Kendati demikian, tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan ucapan Barbosa tersebut. Kebanyakan orang yang divonis terinfeksi virus corona mengalami gejala ringan seperti demam dan batuk selama dua minggu, namun gejalanya bisa lebih parah bagi lansia.

Meksiko hingga kini tercatat memiliki 475 kasus positif Covid-19, dengan enam kematian dan 35 orang dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Menanggapi penyebaran virus corona, Wakil Sekretaris Kesehatan Meksiko Hugo Lopez-Gatell, mengungkapkan mulai Kamis 27 Maret 2020, Pemerintah federal akan menghentikan seluruh aktivitas, kecuali kegiatan-kegiatan penting.

Sejumlah layanan yang masih beroperasi antara lain rumah sakit, produksi bahan bakar, listrik, sanitasi publik, dan penegakan hukum sebagai bagian dari pelayanan publik yang tidak turut dihentikan sementara.

Bagikan