ODP Covid-19 di NTT Terus Bertambah, Himpunan Dokter Minta Penerbangan Masuk Kupang Ditutup

Terkini.id, Kupang – Terus merebaknya virus novel coronavirus disease 2019 (Covid-19) mengkhawatirkan banyak pihak, tidak hanya pemangku kepentingan dalam jajaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, tetapi juga komunal dokter di Kupang.

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) Teda Littik, meminta pemerintah segera menghentikan penerbangan pesawat dari luar menuju Kupang.

Sekadar diketahui, PDUI merupakan sub organisasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang merupakan organisasi profesi dokter yang diakui undang-undang. PDUI terbentuk pada 1 Juni 2008 kemudian dengan SK PB IDI No.425/PB/A.4/09/2009 disahkan sebagai perhimpunan layanan primer IDI.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Pasalnya, lanjut Teda, sebanyak 92 warga (NTT) masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Jumlah itu meningkat dari beberapa hari sebelumnya yaitu 41 orang.

Menurutnya, ODP di NTT meningkat sangat cepat lantaran warga NTT datang dari daerah yang sedang terdampak wabah virus corona, melalui penerbangan yang terbuka secara bebas.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

“Masalahnya, orang-orang yang datang dari luar NTT atau luar Kota Kupang, apalagi mereka datang dari area-area yang sudah terdampak. Siapa yang kontrol, apakah mereka datang dengan gejala atau tanpa gejala. Kita tidak tahu, apakah mereka positif atau negatif,” ungkap Teda saat dihubungi sejumlah wartawan di ruang Humas dan Protokoler Sekda NTT, Sabtu 21 Maret 2020.

Atas kondisi tersebut, bahas Teda, semua pihak yang menangani Covid-19 akan kewalahan. Bisa saja akan terjadi penularan masif jika tidak menghentikan yang datang dari luar NTT.

“Oleh karena itu, kami imbau penerbangan jangan masuk dulu ke sini (NTT) untuk sementara waktu,” pesannya.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Teda menilai masyarakat yang nekat pergi ke daerah terjangkit, menganggap remeh virus corona. Padahal, virus ini sangat akut dan bisa menjangkiti orang dalam waktu cepat.

“Mereka tidak mengerti, cuek, dan menganggap enteng. Jadi, memang kesadaran masyarakat belum ada, sehingga kami berharap pemerintah bisa mengatasi hal itu,” ujarnya.

Teda mengapresiasi kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang meliburkan semua sekolah di NTT selama 14 hari. Namun, yang menjadi kendala saat ini, masih bebasnya orang keluar-masuk ke NTT. Apalagi, tujuannya ke daerah yang sedang terpapar virus corona.

“Jika makin banyak orang yang ODP, kemungkinan besar akan ada yang positif di NTT. Untuk itu, kami berharap masyarakat NTT mengikuti imbauan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk social distancing atau isolasi sosial sehingga bisa memutuskan rantai penularan virus corona,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Dominikus Minggu Mere yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokoler Sekda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu menjelaskan, tambahan ODP corona berasal dari sembilan kabupaten di NTT.

Sebanyak 92 ODP tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya. Data itu diperoleh berdasarkan laporan notifikasi dari dinas kesehatan di kabupaten dan kota hingga Jumat 20 Maret 2020 malam pukul 21.00 Wita.

Angka itu, sebut Dominikus, akan berbeda untuk hari ini dan Dinas Kesehatan akan mengaktualisasi data itu di posko bersama yang telah terbentuk.

“Data ini bisa saja salah atau kurang dari yang teman-teman media ketahui dari informasi di kabupaten, misalnya hasil wawancara dengan Kepala Dinas (Kadis) di kabupaten tertentu jumlahnya naik melonjak itu berdasarkan pantauan mereka di lapangan,” jelasnya saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah wartawan di kantor Gubernur NTT, Sabtu 21 Maret 2020 siang.

“Tetapi yang kami pedomani itu, data notifikasi sebagaimana laporan dari Dinas Kesehatan kabupaten yang tercatat,” imbuh Dominikus.

Pemprov NTT sendiri, sebutnya, telah menyiapkan tiga rumah sakit rujukan, antara lain RSUD WZ Johannes Kupang, TC Hiller Maumere di Kabupaten Sikka, dan RSUD Komodo Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat.

Sebagian besar warga yang ODP itu, urai Dominikus, adalah warga dengan usia produktif mulai 20-50 tahun.

Ia memperkirakan, jumlah waga yang masuk kategori ODP, akan terus meningkat di beberapa pekan ke depan.

“Kami akan update lagi datanya sebentar sore,” tutup Dominikus.

Bagikan