Cegah Covid-19, Keuskupan Weetabula Tiadakan Misa Jalan Salib

Terkini.id, Kupang – Keuskupan Weetabula, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan sementara meniadakan misa mingguan, ibadah harian, Jalan Salib, latihan koor, dan kegiatan gereja lainnya selama 14 hari ke depan terhitung Sabtu 21 Maret 2020 hingga 8 April 2020.

Hal tersebut diputuskan guna mencegah tertularnya wabah penyakit mematikan virus corona di antara komunal gereja.

Surat keputusan Keuskupan Weetabula, Sumba Barat Daya, NTT tersebut ditanda tangani Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Weetabula, Sumba Barat Daya, NTT, Pater Agustinus Malo Bulu, tertanggal 20 Maret 2020.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Dikebut Jelang Nataru, Upaya Tekan Lonjakan Corona Pasca...

Sekadar informasi, Vikaris Jenderal atau yang lazim di Indonesia disingkat dengan sebutan “Vikjen” adalah jabatan yang diberikan kepada seseorang atau pastor atau uskup auksiliari atau uskup koajutor dalam suatu keuskupan untuk mewakili uskup dalam sebagian tugas dan wewenang uskup dalam wilayah keuskupan tersebut. Jabatan Vikjen bersifat bukan seumur hidup, dan akan kehilangan jabatannya begitu uskup yang melantiknya meninggal dunia atau mengundurkan diri.

Surat keputusan tersebut, sebagaimana diumumkan kepada wartawan, Sabtu 21 Maret 2020 pagi, menyebutkan keputusan diambil demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona di Sumba. Surat tersebut seturut instruksi Pemerintah RI guna mencegah penularan Covid-19 di wilayah ini.

Baca Juga: Kabar Baik, Tak Ada Lagi Wilayah Zona Merah Kasus Corona...

Atas keputusan itu, maka para iman, pastor paroki, dan biarawan-biarawati segera menyampaikan hal itu kepada seluruh umat Katolik di Pulau Sumba untuk dilaksanakan.

“Para imam, biarawan-biarawati dan pimpinan komunitas se-Keuskupan Weetabula agar menuruti apa yang telah diputuskan guna mencegah menularnya virus corona di daerah ini,” demikian salah satu imbauan dalam surat keputusan tersebut.

Selain itu, mereka juga diharapkan terus berdoa agar upaya yang terus diperjuangan Pemerintah untuk meminimalisir penularan Covid-19 dapat terwujud.

Baca Juga: Begini Cara Jaga Nutrisi Bayi-Batita dalam Masa Pandemi Covid-19

Dengan demikian, seperti imbauan surat keputusan itu, umat Katolik khususnya dan masyarakat umumnya bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa dilandasi kecemasan dan kepanikan seperti saat ini.

Terpisah, sesuai surat keputusan itu juga, umat Katolik Kota Kupang dan sekitarnya tidak akan mengikuti peribadatan Jalan Salib serta misa harian dan misa mingguan di gereja- geraja yang tersebar di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, saat dikonfirmasi wartawan melalui Vikjen Keuskupan Agung Kupang RD Gerardus Duka, mengatakan meniadakan kegiatan liturgis selama dua pekan ke depan di gereja, terhitung sejak Jumat 20 Maret 2020.

Rohaniwan yang akrab disapa “Romo Dus” ini mengatakan, keputusan Keuskupan Agung Kupang itu guna menindaklanjuti seruan pemerintah mencegah penyebaran virus corona.

Menurutnya, pihaknya telah menginformasikan kepada semua pastor paroki yang bertugas di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

“Sikap yang diambil pemerintah, itu juga menjadi sikap dari gereja. Gereja tidak jalan sendiri, Pemerintah juga tidak jalan sendiri. Kita bersama sebagai warga negara, baik gereja maupun Pemerintah mengambil langkah-langkah cepat dan benar untuk mengatasi Covid-19 ini,” jelas Gerardus saat ditemui Keuskupan Agung Kupang, Jalan MH Thamrin, Oepoi, Bonipoi, Kota Lama, Kupang, Jumat 20 Maret 2020.

Bagikan