Anies Baswedan Ingatkan Perusahaan Terapkan Bekerja dari Rumah Guna Cegah Virus Corona

Terkini.id, Jakarta – Sebagai upaya mencegah penularan virus corona yang kian akut dan dapat mengakibatkan berjangkitnya penyakit Covid-19 di DKI Jakarta, masyarakat diminta untuk tetap berdiam di rumah, termasuk bekerja di rumah bagi pekerja.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Anies menyerukan, seluruh pelaku dunia usaha dan perkantoran di Jakarta untuk memberlakukan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah. Hal tersebut juga tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020.

Baca Juga: Tak Henti Berseru Prokes Harga Mati, Pemkot Kupang Akui 70...

Ia meminta, seluruh pekerja kantoran bekerja dari rumah selama 14 hari terhitung Senin 23 Maret hingga Minggu 5 April 2020.

“Ini statusnya seruan tetapi menegaskan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan, menutup fasilitas operasional, dan tidak melakukan kegiatan perkantoran tetapi melakukan kegiatan di rumah,” papar Anies.

Baca Juga: Greysia Polii Sudah Divaksin, Bukti Atensinya Terhadap Upaya Eradikasi Covid-19

Bagi perusahaan yang tidak dapat menerapkan aturan work from home, ia meminta mereka untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja dan waktu operasional pekerjaan.

“Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total, juga diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal, mininal jumlah karyawan, minimal waktu kegiatannya, dan minimal fasilitas operasional, serta mendorong sebanyak mungkin karyawan bekerja dari rumah,” ujar Anies.

Anies berharap seluruh pelaku usaha dan perkantoran di Jakarta mematuhi seruan tersebut guna menekan penyebaran virus Corona. Apalagi memperhatikan surat Edaran Menaker No M/3/HK.04/I1/2020 Tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Baca Juga: Lepas PPKM Level 4 Diperpanjang Setelah 2 Agustus, Kepatuhan Prokes...

Sebelumnya, Jakarta juga telah ditetapkan sebagai (status daerah) tanggap darurat bencana pandemi Covid-19. Penetapan status Jakarta tersebut setelah Anies berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

“Pada hari ini, kami mengumumkan Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana wabah Covid-19,” imbuhnya.

Anies menyampaikan, status Jakarta sebagai tanggap darurat bencana Covid-19 ditetapkan selama 14 hari ke depan, dan bisa diperpanjang sesuai kondisi ke depan.

Jakarta ditetapkan tanggap darurat bencana Covid-19 lantaran melonjaknya kasus positif Covid-19. Diketahui, ada 224 pasien positif Covid-19 di Jakarta per Jumat 20 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.

Jumlah ini meningkat dibandingkan data yang diumumkan pemerintah pusat per Jumat 20 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, yaitu 215 orang. Dari total 224 pasien positif Covid-19, 13 orang dinyatakan sudah sembuh dan yang meninggal 20 orang.

Bagikan