Timor Leste Minta Lockdown Perbatasan NTT Hanya untuk Manusia

Terkini.id, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskoda mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov NTT) menutup arus kunjungan (lockdown) wisatawan dari berbagai negara di Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Australia.

Hal itu dikatakan Viktor di Kampus Poltekes Kemenkes Kupang, Sabtu 14 Maret 2020 lalu. Menurutnya, saat ini tetap ada pelarangan kunjungan wisatawan.

“Kami akan hentikan kunjungan wisatawan dari sejumlah wilayah,” katanya.

Baca Juga: Gubernur NTT: Organisasi Profesi-Parpol Harus Terlibat Percepatan Vaksinasi

Viktor juga menegaskan Pemprov NTT akan menutup pos lintas perbatasan NTT-Timor Leste. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan virus corona (Covid-19).

“Kami akan tutup sementara perbatasan NTT-Timor Leste, karena pertimbangan situasi saat ini. Apalagi, WHO telah menyatakan kasus ini akut,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Peran Kesbangpol dalam Upaya Penanggulangan Covid-19 di NTT

Wacana menutup lintas batas itu mendapat tanggapan dari Konsulat Republic Democratic Timor Leste (RDTL) di Oekusi dan Konsulat RDTL di Kupang. Konsulat RDTL di Oekusi, Maria berharap penutupan pos lintas batas hanya berlaku bagi orang, sementara untuk barang perlu dipertimbangkan.

“Kami minta kalau bisa hanya manusia, sementara barang jangan,” kata Maria dalam rapat koordinasi Pemprov NTT, Senin 16 Maret 2020.

Ia mengemukakan alasan, hampir semua barang ke Timor Leste melalui pintu keluar dari NTT.

Baca Juga: Kabar Baik, 37.430 Warga TTU Telah Divaksin Termasuk Booster untuk...

“Barang, misalnya BBM dalam hal ini solar didatangkan dari Indonesia dan melalui NTT. Karena itu, kami minta penutupan hanya untuk manusia,” ujarnya.

Konsulat RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis M Carvalho mengatakan, sampai saat ini di Timor Leste belum ada kasus virus corona. Menurutnya, pihaknya mendukung kebijkaan Gubernur NTT menutup perbatasan dengan tujuan melindungi masyarakat.

“Intinya, kami sambut baik penutupan perbatasan. Ide menutup perbatasan, bagi RDTL, kalau demi kepentingan masyarakat kami berterima kasih,” imbuhnya.

Namun, lanjut Jesuino, perlu ada pertimbangan seperti yang disampaikan Konsulat RDTL di Oekusi, penutupan hanya bagi manusia sementara barang jangan.

“Adanya info (terkait lockdown) ini, banyak pihak di Timor Leste yang menanyakan kepada saya. Saya juga sampaikan ke Timor Leste, Gubernur NTT masih rapat koordinasi. Tetapi, demi masyarakat, (lockdown) ini tentu yang terbaik bagi warga Timor Leste dan NTT,” kata Jesuino.

Setelah mendengar masukan, Viktor mengatakan akan mempertimbangkan penutupan perbatasan.

“Tentu ada pertimbangan soal logistik, sehingga kami tidak akan membatasi. Akan tetapi, untuk orang akan kami batasi,” katanya dalam rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Senin 16 Maret 2020.

Selain mengantisipasi di perbatasan, sebut Viktor, pemerintah juga memperketat pengawasan di Labuan Bajo (Manggarai Barat), Tambolaka (Sumba Barat Daya), dan Kota Kupang.

“Lebih baik menangkal daripada nanti sudah terjadi. Nanti akan ada rapat kelompok kerja (pokja) yang dipimpin Sekda (Ben Polo Maing),” imbuhnya.

Dalam rakor, Viktor mengatakan, rapat bertujuan untuk menyamakan persepsi, yaitu menjaga agar penyebaran virus corona tidak masuk ke NTT.

“Oleh karena itu, seluruh langkah yang ditempuh adalah harus mampu mengisolasi diri tidak terkecuali Pemda, agar virus tidak masuk. Karena tidak tahu kapan, siapa yang terinfeksi virus ini,” pesannya.

Bagikan