Antisipasi Covid-19 Jawara UFC Putri Pertama Tiongkok Latihan di 3 Negara

Terkini.id, Kupang – Mewabahnya virus corona atau disingkat Covid-19, yang sudah memasuki fase pandemi global dunia, memiliki pengaruh besar dan dampak yang signifikan terhadap persiapan atlet The Ultimate Fighting Championship (UFC) asal Tiongkok jelang UFC 248 akhir pekan ini, Minggu 8 Maret 2020.

Atlet mixed martial arts tersebut adalah Zhang Weili. Ia akan turun pertama kalinya di oktagon atau ring khas petarung UFC, setelah mengukuhkan diri sebagai juara UFC putri pertama asal Tiongkok.

Kala itu Zhang mengalahkan Jessica Andrade pada 31 Agustus 2019 lalu.

Baca Juga: Keluarkan SE PPKM Level 2, Pemkot Kupang Beberkan Aturan yang...

Petarung asal Provinsi Hubei tersebut akan menghadapi Joanna Jedrzejzyk guna mempertahankan gelar strawweightnya.

Namun saat ini, Zhang Weili harus berlatih di kamar hotelnya di Abu Dhabi, negara ketiga yang ia singgahi dalam kurang dari sepekan lantaran pandemic virus corona.

Baca Juga: Satgas Ingatkan Patuhi Prokes, Ungkap Keterisian BOR Pasien Covid-19 Mulai...

Penularan Covid-19 yang masif dan cepat, membuat ia harus meninggalkan negara kelahirannya untuk berlatih hanya beberapa hari di Thailand, sebelum terbang ke Abu Dhabi kurang dari sebulan sebelum duel krusial mendatang.

Menurutnya, semua yang terjadi seperti mimpi dan sulit dipercaya. Zhang, seperti dikutip dari The Athletic, saat berlatih di Bangkok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi yang di luar dugaan.

Pasalnya, tenaga dan pikirannya harus terkuras banyak lantaran harus berpindah-pindah latihan di tiga negara.

Baca Juga: Memaknai Pengorbanan Para ‘Pahlawan’ di Masa Pandemi Covid-19

Zhang mengatakan, pertarungan nanti akan menjadi sangat besar artinya, karena ia bertekad mendedikasikan kemenangan untuk para kompatriotnya yang tengah berjuang melawan virus corona.

“Momen UFC 248 sangat berarti bagi saya. Saya ingin mendedikasikan pertarungan dan kemenangan bagi semua orang di Tiongkok, yang melawan virus corona ini di garis depan. Saya ingin memovitasi mereka,” ungkapnya.

Zhang menambahkan, berbekal pengalaman bertarung dan latihan keras di kampnya, ia akan berusaha melakukan yang terbaik meskipun agak sulit karena fokus latihan yang terpecah akibat virus corona.

Apalagi, sebut Zhang, lawan-lawan yang bakal dihadapinya tangguh-tangguh.

“Saya sangat ingin mendedikasikan pertarungan nanti untuk mereka, memberikan perasaan-perasaan positif ke tanah kelahiran saya. Bersama, kami akan bertarung dan menang,” katanya.

Sementara itu, manajer Zhang, Brian Butler-Au, mengatakan kesehatan fisik dan mental kliennya terkuras dalam beberapa bulan terakhir.

Keharusan Zhang untuk meninggalkan negara asal dan kamp latihan utamanya hanya enam pekan sebelum bertarung, merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan bagi seorang atlet UFC di level elite.

Kendati demikian, sambung Brian, Zhang harus melakukan itu setelah laporan penyebaran Covid-19 merebak pada akhir Desember 2019.

“Saya rasa ada kekhawatiran. Apakah pertarungan ini akan bergulir, apakah ia akan bisa fokus kalau tidak jatuh sakit. Apalagi, ia harus selalu dalam kondisi prima sebelum bertarung di UFC 248. Namun, para pelatih memastikan ia siap dan fokus,” ujarnya.

Brian mengungkapkan, seandainya bukan Zhang yang bertarung, para pelatih akan menarik diri dan mundur dari gelaran UFC 248,” bebernya.

Sekadar diketahui, Zhang memukau dunia ketika menumbangkan Jessica Andrade untuk menyabet gelar strawweight di UFC Shenzhen, Tiongkok, Sabtu 31 Agustus 2019 lalu.

Fantastisnya, Zhang hanya membutuhkan waktu 42 detik untuk menumbangkan petarung asal Brasil tersebut, dan menorehkan namanya sebagai jawara UFC pertama asal Tiongkok.

Bagikan