Ini Cara Wali Kota Kupang Jaga Pluralisme

Terkini.id, Kupang – Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan pembangunan rumah-rumah ibadah di wilayahnya. Salah satu kepedulian yang ditunjukkannya adalah menyambangi rumah ibadah umat Buddha, Vihara Pubbaratana di Sikumana, Maulafa, Kota Kupang.

Seperti diketahui, menjelang akhir tahun lalu, tepatnya pada Kamis 5 Desember 2019, pria yang akrab disapa “Jeriko” ini berkunjung ke lokasi pembangunan Vihara Pubbaratana yang mandek lantaran terkendala biaya.

Orang nomor satu di jajaran pemerintah kota (Pemkot) Kupang tersebut sekaligus membangun dialog dan mencari solusi terkait permasalahan pembangunan vihara yang belum rampung.

Baca Juga: Percepat Tercapainya Herd Immunity, Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah-Camat Data...

Selain umat Buddha, dalam dialog yang dihadiri beberapa pemuka agama di Kota Kupang, Jefri yang disambut Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Nusa Tenggara Timur (Magabudhi NTT) Indra Effendy, mengatakan Pemkot Kupang bersama masyarakat, khususnya dari agama-agama lain siap membantu dan memberikan dukungan agar pembangunan Vihara Pubbaratana dapat terselesaikan.

“Selama ini, toleransi penuh telah ditunjukkan masyarakat NTT, khususnya warga Kupang. Pembangunan tempat-tempat ibadah dapat berjalan lancar. Inilah keberagaman yang terjadi, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Kabar Baik, Pemkot Kupang Ungkap PPKM Level 4 Bisa Turun...

Menurut Jefri, ia tetap akan merawat pluralisme yang selama ini telah terbangun dengan baik. Salah satu kelebihan daerah berjuluk “Kota Sasando” yang dipimpinnya, sebutnya, adalah toleransi antarumat beragama.

Untuk itu, pihaknya akan membantu pembangunan Vihara Pubbaratana agar umat Buddha dapat beribadah dengan nyaman dan layak.

Sementara itu, Indra mengungkapkan terima kasihnya karena Pemkot Kupang bersama Kementerian Agama Kota (Kemenag) Kupang yang diwakili Kepala Kantor Kemenag Kupang Yacobus Beda Kleden yang telah menunjukkan kepedulian yang dalam terhadap kendala pihaknya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Belum Melandai, Pemkot Kupang Tekankan Warga Patuhi Prokes

Dalam dialog terbuka dengan umat Buddha Kota Kupang, tampak hadir Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Hilda Riwu Kore Manafe, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang Rio Fanggidae, Bendahara Panitia Pembangunan Vihara Pubbaratana Wahyu Hidayat, dan puluhan pemuda lintas agama yang tergabung dalam Komunitas Peace Maker (Kompak) Kupang.

Usai dialog, secara simbolis Jefri didapuk menanam pohon di beranda Vihara Pubbaratana sebagai aksi umat Buddha Kupang mendukung Gerakan Kupang Hijau yang dicanangkan Pemkot Kupang pada November 2019 lalu. Aksi serupa dilakukan Hilda, Rio, dan beberapa tokoh dari lintas agama.

Sekadar diketahui, atas upanya merawat dan menjaga pluralisme di Kota Kupang, Jefri menerima Piagam Penghargaan Kementerian Agama Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di Kota Kupang, NTT.

Penghargaan itu diberikan pada acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-74 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020, Kamis 16 Januari 2020 di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Piagam tersebut ditandatangani dan diserahkan langsung Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Fachrul Razi. Wali Kota Kupang hadir diantara para kepala daerah se-Indonesia lainnya untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Fachrul Razi menyebutkan, Wali Kota Kupang menghibahkan tanah seluas 942 meter persegi untuk pembangunan rumah atau tempat ibadah bagi umat Buddha di Kota Kupang.

“Padahal beliau (Wali Kota Kupang) agamanya bukan Buddha, tetapi beliau menghibahkan 942 meter persegi tanah untuk rumah ibadah Buddha di Kota Kupang. Hal ini sangat kami hargai, bukan tentang angkanya namun adanya kepedulian,” ujarnya.

Terpisah Jefri mengaku bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup antar umat beragama di Kota Kupang,” katanya.

Bagikan